Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung melihat pergerakan saham di layar elektronik Main Hall Bursa Efek Indonesia di Jakarta. Foto: Beritasatuphoto/M Defrizal

Pengunjung melihat pergerakan saham di layar elektronik Main Hall Bursa Efek Indonesia di Jakarta. Foto: Beritasatuphoto/M Defrizal

Pelaku Pasar Menanti Stimulus Besar-besaran

Senin, 22 Juni 2020 | 09:34 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pelaku pasar tengah menanti stimulus besar-besaran dari Uni Eropa yang diperkirakan disepakati pada Juli 2020. Sementara, untuk perkembangan pandemi Covid-19, baru-baru ini muncul kabar baik dari penelitian di Inggris, yang menunjukkan keberhasilan obat Dexamethasone dalam mengurangi kematian pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

“Selain itu, tensi geopolitik Asia yang memanas menjadi perhatian pelaku pasar, seperti Konflik Korea Utara dan Korea Selatan serta India dan Tiongkok,” kata Direktur PT Anugerah Investama Hans Kwee kepada Investor Daily.

Tak ketinggalan, investor utamanya di pasar global masih memperhatikan gelombang kedua pandemi Covid-19. Peningkatan kasus di AS dan Afrika telah menimbulkan kekawatiran. Adapun Hans memprediksi IHSG bergerak pada kisaran support 4.900-4821 dan resistensi 4.970-5.018 selama pekan ini.

Selama Juni ini, IHSG baru dua kali berakhir di posisi psikologis 5.000, yakni pada penutupan perdagangan 8-9 Juni yang masing-masing parkir pada 5.070,56 dan 5.035,06. Namun, beberapa hari setelahnya, IHSG terpangkas hingga ke level 4.800-an.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, IHSG membutuhkan amunisi lebih banyak untuk menembus level 5.000. Pekan lalu, setidaknya angin segar datang dari penurunan suku bunga acuan BI 7-Days Reserve Repo Rate (BI 7DRRR) sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%. Pihaknya memprediksi, IHSG bergerak pada kisaran 4.865,27-5.097,14 selama pekan ini.

“Selain itu, terdapat tren kenaikan pada harga komoditas seperti minyak dan batubara. Kalau penguatannya terus berlanjut, maka bisa menjadi sentimen positif pasar saham,” ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN