Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melihat harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melihat harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pelemahan IHSG Cerminan Meningkatnya Kekhawatiran Pasar Terkait Covid

Jumat, 25 September 2020 | 04:39 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (24/9/2020) ditutup pada zona merah dengan terpangkas sebanyak 75,19 poin pada level 4,842,75. Adapun nilai transaksi harian mencapai Rp 5,79 triliun.

Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee menjelaskan pelemahan IHSG ini menjadi cerminan dari meningkatnya kekhawatiran para pelaku dalam pengetatan PSBB akibat kasus terpapar Covid-19 yang terus meningkat.

Dia menilai dengan pengetatan ini sejumlah industri yang kinerjanya mulai membaik terpaksa menghentikan kembali operasionalnya.

“Kebijakan ini juga meningkatkan potensi resesi, pada kuartal 3 mendatang diperkirakan perekonomian Indonesia turun hingga -3%, padahal sebelumnya diharapkan dapat tumbuh 1%,” jelasnya saat dihubungi oleh Investor Daily, Kamis (24/9).

Hans Kwee
Hans Kwee

Lebih lanjut Hans mengatakan pemberlakuan Lockdown pada sejumlah negara di benua Eropa seperti Inggris, Denmark dan Yunani turut menjadi sentimen negatif lantaran pertumbuhan ekonomi kembali terbatas. Di sisi lain saham-saham yang bergerak pada sektor teknologi di negeri Paman Sam saat ini dianggap terlalu mahal. Sehingga terjadi tekanan pada saham lainya.

“Saat ini belum ada sentimen positif yang dapat memberikan sentimen positif pada IHSG, penurunan ini diproyeksikan terus berlanjut hingga akhir pekan dan mencapai level 4,440-4,500,” paparnya.

Adapun Hans menjelaskan pada awal pekan peluang Rebound bisa saja terjadi setelah penurunan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dengan kisaran 4,900.  Namun dia mengatakan ada hal yang patut menjadi pertimbangan bagi para investor yakni musim dingin dan musim penghujan di Indonesia yang dapat memperbesar risiko penularan. Seperti diketahui Covid-19 ini dapat bertahan lebih lama pada cuaca dingin.

Herditya Wicaksana, analis MNC Sekuritas. Sumber: BSTV
Herditya Wicaksana, analis MNC Sekuritas. Sumber: BSTV

Hal senada diucapkan oleh Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana yang berpendapat bahwa bertambahnya jumlah kasus di Indonesia menjadi sebab utama terkoreksinya IHSG pada hari Kamis. Hal ini diperparah dengan kondisi market global yang cenderung bergerak melemah.

Ia pun merekomendasikan para untuk tidak terlalu agresif dan menerapkan strategi jangka pendek  pada saham-saham seperti JSMR dan LSIP.

“Gambaran besarnya saat ini IHSG masih dalam fase koreksi, pun rebound hanya terbatas pada Technical Rebound saja. Hingga akhir minggu kami memperkirakan adanya penguatan terbatas untuk IHSG, paling tidak ke level 4.900-4.950,” kata dia. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN