Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teguh Sulistiyono, Senior Manager Treasury Business Bank BRI. Sumber: BSTV

Teguh Sulistiyono, Senior Manager Treasury Business Bank BRI. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK BRI

Pelemahan Rupiah Pagi Hanya Sementara

Gora Kunjana, Kamis, 19 September 2019 | 09:56 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak melemah 34 poin atau 0,24% menjadi Rp14.094 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.060 per dolar AS.

Teguh Sulistiyono, Senior Manager Treasury Business Bank BRI, dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV di Dealing Room Bank BRI di Jakarta, Kamis (19/9/2019) mengatakan, rupiah melemah karena meskipun The Fed telah memangkas suku bunga acuannya, dari sisi Fed sendiri masih optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi AS masih terjaga, didukung data tenaga kerjanya, dan inflasi yang terjaga sekitar 2%.

Uang Rupiah di sebuah bank. Foto ilustrasi: IST
Uang Rupiah di sebuah bank. Foto ilustrasi: IST

“Namun saya prediksi rupiah hanya melemah terbatas sampai dengan nanti hasil RDG (rapat dewan gubernur BI-red) diumumkan. Saya memproyeksikan BI akan cut rate lagi sebesar 25 basis poin. Hal ini untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia agar terjaga di level 5%,” katanya.

Teguh memperkirakan rupiah tidak akan terlalu banyak bergerak hari ini, di kisaran 14.090-14.110. Menurut dia, ekspektasi pasar sudah sedemikian besar dengan The Fed memangkas suku bunga acuan, dan nanti ditambah lagi kemungkinan BI juga akan melakukan cut rate lagi.

Terkait sentimen The Fed, Teguh mengatakan hal yang menarik adalah pernyataan Jerome Powell yang menyebabkan indeks dolar AS malah menguat terhadap mata uang asing lainnya. Karena AS masih optimistis bahwa pertumbuhan ekonominya terjaga.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA