Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kapal Dewi Gandawati milik PT Pelita Samudera Shipping Tbk.

Kapal Dewi Gandawati milik PT Pelita Samudera Shipping Tbk.

Pelita Samudera Bagi Dividen 35% dari Laba Bersih

Rabu, 23 Juni 2021 | 11:12 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) menyepakati pembagian dividen tunai Rp 8 per saham yang akan dibagikan pada 21 Juli 2021. Pembayaran dividen ini yang kelima sejak perseroan mencatatkan sahamnya di bursa saham Desember 2017.

”Total dividen sebesar Rp 8 per saham mencerminkan 35% dari laba bersih tahun 2020, atau sebesar US$ 2,97 juta, atau setara Rp 43,3 miliar,” kata Direktur Utama Pelita Samudera Shipping Iriawan ‘Alex’ Ibarat, dalam keterangan tertulis, Rabu (23/6).  

Sementara itu, senilai US$ 421 ribu, atau setara Rp 6,1 miliar (5%) dari laba bersih disisihkan untuk dana cadangan perseroan. Selanjutnya, sisa laba bersih tahun berjalan US$ 5,04 juta (60%) akan dicatat sebagai laba yang ditahan perseroan.

 Sebagai bagian dari peningkatan target ekspansi bisnis ke pasar internasional, peserta rapat juga menyetujui penambahan anggota dewan komisaris, yakni dengan mengangkat Loh Niap Juan sebagai anggota dewan komisaris yang baru. 

Sebelumnya, Loh Niap Juan merupakan Chief Corporate Officer dari IMC Group Singapura, bagian dari IMC Group Corporate Strategy untuk investasi portfolio, governance, dan manajemen.

Sebagai praktisi strategi korporasi logistik dan keuangan, Niap menambah keberagaman komposisi empat anggota dewan komisaris yang dipimpin oleh Komisaris Utama Independen Hamid Awaluddin, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kabinet Indonesia Bersatu. 

Strategi ekspansi adalah target perseroan yang telah dilakukan selama lima tahun terakhir. Langkah ini membuat total aset perusahaan  meningkat signifikan sebesar 46% per 31 Maret 2021 menjadi US$ 148,8 juta dibandingkan US$ 101,8 juta per 31 Desember 2017.

Untuk mendukung rencana pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan, RUPST juga menyetujui fasilitas pinjaman jangka panjang US$ 13,9 juta, atau setara Rp 200 miliar dengan tenor sampai dengan empat tahun dari Bank Permata Indonesia.

Beli 3 Kapal

Pinjaman jangka panjang tersebut bagian dari strategi ekspansi armada berkelanjutan, salah satunya untuk pembelian tiga set kapal tunda (tugboat) dan tongkang.

Pada kuartal I-2021, perseroan telah membeli dua unit tugboat dan telah memberikan  hasil positif. Segmen kapal tunda & tongkang (T&B) menyumbang pendapatan usaha tertinggi sebesar US$ 8,7 juta pada akhir kuartal I-2021, termasuk kenaikan sangat signifikan sebesar 1.708% pada pendapatan sewa berjangka  menjadi US$ 2,3 juta dari US$ 125 ribu periode yang sama tahun lalu.

Penambahan armada tugboat sejalan dengan target diversifikasi bisnis perseroan. Segmen T&B pun telah berhasil mendapatkan kontrak baru dan ekspansi ke pengangkutan bauksit pada kuartal I di area Kalimantan Barat, di samping pengangkutan komoditas nikel dan batubara.

Target diversifikasi multi kargo transport selain batubara, adalah 29%, yakni dari segmen kapal curah besar (MV) sekitar 17% dan segmen T&B sebesar 12%.

Buyback Saham  

Selain itu, sebagai agenda terakhir dalam rapat tahunan adalah menyetujui pembelian kembali saham perseroan (buyback) dengan jumlah sebanyak‐banyaknya 300 juta lembar saham, atau 5,5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Buyback saham akan dilakukan secara bertahap terhitung sejak 17 Juni 2021 hingga 16 Juni 2022.

 ”Buyback didasari atas arus kas perseroan yang melebihi jumlah diperlukan dalam mempertahankan peningkatan dan pertumbuhan, tingkat kewajiban utang (leverage) yang baik, serta bertujuan untuk meningkatkan laba per saham, mencapai struktur permodalan yang efisien, serta pengembalian return on equity secara berkelanjutan,” pungkas Alex.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN