Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Peluang Ekspor Seragam Militer Besar

Oleh Nuriy Azizah Susetyo, Selasa, 20 Oktober 2015 | 11:30 WIB

Allan mengatakan, peluang ekspor seragam militer ke luar negeri cukup terbuka lebar. Pasalnya, kompetitor seperti Tiongkok mengalami kenaikan upah buruh, sedangkan di Bangladesh ada masalah tenaga kerja. “Banyak yang cari ke Indonesia sekarang. Ini terutama karena kondisi Tiongkok saat ini banyak mengurangi produksi,” ujar dia.


Allan menambahkan, seragam militer menjadi andalan ekspor karena marginnya cukup tinggi. Produk high value added tersebut memiliki gross margin 20-25%.


Sementara itu, Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan, secara fundamental, rencana ekspansi Sritex tersebut merefleksikan upaya untuk meningkatkan diversifikasi negara tujuan ekspor. Sritex telah dikenal mumpuni sebagai produsen seragam militer dan pemerintah di beberapa negara Eropa.


“Hal itu menjadi bekal bagi perseroan untuk lebih menancapkan kukunya di negara-negara Asia Tenggara dan Asia yang lain. Kendati demikian, perseroan harus cukup cermat menghadapi ketatnya kompetisi di tingkat global. Tantangannya harus bisa bersaing dengan existing vendor, tapi kalau bisa menggapai pasar yang baru akan sangat baik,” papar Reza.


Reza menilai Sritex merupakan emiten tekstil yang cukup agresif dibandingkan dengan perusahaan sejenis. Kinerja perseroan pun terus terjaga baik. Dari segi harga saham juga lebih kinclong dibandingkan kompetitor, antara lain didukung rencana ekspansi jangka panjang perseroan.


Reza merekomendasikan beli saham Sritex dengan target harga hingga akhir tahun ini di level Rp 580-600. Level tersebut diyakini mampu ditembus dengan sentimen positif dari rencana ekspansi. Pada perdagangan kemarin, saham Sritex ditutup naik Rp 20 ke level Rp 404. Level tersebut mencerminkan price to earning ratio (PER) sebesar 1,52 kali.


Dihubungi terpisah, analis First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, rencana perseroan meningkatkan kontribusi penjualan ekspor akan berdampak positif. Apalagi jika nilai tukar dolar Amerika Serikat kembali menguat.


“Perseroan bakal meraup untung kurs (forex gain), seperti yang sempat dialami beberapa waktu belakangan ketika dolar AS melonjak drastis. Adapun hingga akhir tahun, harga saham Sritex diproyeksikan di level Rp 440. Rekomendasi saham Sritex masih buy on weakness (BOW) saat harga menyentuh Rp 380,” imbuhnya. (bersambung)


Baca selanjutnya di

http://id.beritasatu.com/marketandcorporatenews/sritex-tunda-refinancing-hingga-kondisi-kondusif/130132

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA