Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi harga minyak
sumber: Antara

ilustrasi harga minyak sumber: Antara

Pembatasan Tiongkok Kian Meluas, Harga Minyak Ikut Tertekan

Selasa, 12 Juli 2022 | 11:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tim Riset ICDX menyebut, pergerakan harga minyak pagi ini terpantau masih berada di bawah tekanan dari meluasnya aksi pembatasan di Tiongkok yang dipicu oleh subvarian Covid-19 baru. Selain itu, pembatalan keputusan CPC untuk menghentikan operasi pipa selama 30 hari juga turut meredakan kekhawatiran dari sisi pasokan.

Tim Riset ICDX menambahkan, sejumlah besar kota di Tiongkok menerapkan pembatasan baru, mulai dari penghentian bisnis hingga penguncian, guna mengendalikan penyebaran infeksi akibat subvarian BA.5.2.1 yang sangat menular. Kota pusat keuangan Tiongkok, Shanghai, berencana melakukan lebih banyak pengujian pasca otoritas kesehatan pada hari Selasa melaporkan 3 kasus infeksi baru yang ditemukan di luar area karantina, dibanding 1 kasus sehari sebelumnya.

Baca juga: Harga Minyak Melaju, Begini Prospek Saham Medco (MEDC)

“Meluasnya pembatasan juga turut memicu kekhawatiran akan permintaan bahan bakar yang ikut lesu di negara importir minyak mentah terbesar dunia itu,” tulis Tim Riset ICDX dalam risetnya, Selasa (12/7/2022).

Sementara itu, Tim Riset ICDX menambahkan, kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak akibat penutupan jalur pipa Caspian Pipeline Consortium (CPC) mereda pasca pengadilan Rusia pada hari Senin membatalkan keputusan penangguhan operasi CPC selama 30 hari. Meski demikian, beberapa sumber mengatakan bahwa potensi gangguan pasokan masih sangat mungkin terjadi, karena penghentian operasi lebih dikarenakan masalah teknis.

Turut membebani pergerakan harga minyak, Tim Riset ICDX mengatakan, Presiden AS Joe Biden akan berupaya untuk mendesak agar negara-negara OPEC dapat meningkatkan produksi ketika bertemu dengan para pemimpin Teluk di Arab Saudi minggu ini, ungkap penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan pada hari Senin.

Baca juga: Harga Minyak Beragam, Investor Menimbang Risiko Sisi Penawaran dan Permintaan

“Tambahan produksi minyak dari Timur Tengah berpotensi membantu meredakan situasi pasar yang saat ini sedang ketat pasokannya,” jelas Tim Riset ICDX.

Masih dalam pernyataan di hari yang sama, Sullivan juga menambahkan bahwa AS meyakini bahwa Iran sedang bersiap memasok hingga beberapa ratus drone, termasuk beberapa yang mampu membawa senjata. Pernyataan Sullivan ini mengindikasikan bahwa sanksi AS terhadap Iran masih akan tetap berlaku, yang sekaligus berpotensi menghambat barel Iran untuk kembali ke pasar minyak global dalam waktu dekat.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 110 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$95 per barel,” tutup Tim Riset ICDX.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com