Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pialang memantau pergerakan saham di sebuah sekuritas, Jakarta. Foto ilustrasi:  Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Pialang memantau pergerakan saham di sebuah sekuritas, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Pembukaan Sesi II, IHSG Makin Terkoreksi Dalam 

Selasa, 18 Januari 2022 | 13:59 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Dibuka naik 9,91 poin (0,15%) di level 6.654,96, indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali terkoreksi makin dalam pada pembukaan sesi II perdagangan Selasa (18/1). IHSG dibuka turun 105,22 poin atau -1,58% di level 6.5539,81.

Sebanyak lebih dari 12,9 miliar saham telah diperdagangkan di pembukaan sesi II. Dengan nilai perdagangan sekitar Rp 7,1 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 959.986 kali transaksi. Pada pembukaan sesi II, Indeks LQ45 tidak mampu menahan laju penurunan IHSG. Sebab, LQ45 terkoreksi 12,7 poin (-1,31%) ke level 935.832.

Namun, disisi lain asing juga terlihat aktif melakukan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 17,43 miliar pada sesi perdagangan II dibuka. Meskipun disaat yang sama, investor asing masih terus melakukan transaksi beli bersih (net buy) di semua pasar sebesar Rp 48,13.

Baca juga : Ini Penyebab IHSG Jatuh, Sesi II Lanjut? 

Sektor-sektor saham juga tidak mampu menopang IHSG untuk tidak turun dalam. Bahkan IDX Sector Technology mengalami koreksi terdalam pada pembukaan sesi II dengan mencatatkan penurunan sebesar -2,76%. Disusul, IDX Sector Transportation & Logistic sebesar -2,06%, dan IDX Sector Basic Materials sebesar -1,67%.

OCBC Sekuritas menilai IHSG kembali melanjutkan tren negatifnya dengan pelemahan yang cukup signifikan dimana pengaruh sentiment negative dari eksternal dan domestic kembali mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini. Bursa Asia lainnya juga terlihat bergerak cenderung negatif dengan pelemahan yang juga terlihat di bursa Jepang, Hong Kong, Australia serta Korea Selatan.

Tren pelemahan di bursa Asia tampaknya dipengaruhi peringatan beberapa kalangan akan adanya potensi kenaikan inflasi global dimana terakhir Presiden China Xi Jinping juga menyinggung soal ini dalam event virtual Davos Agenda. Kondisi ini pada akhirnya akan membuat tren kenaikan suku bunga acuan global dan percepatan kebijakan moneter ketat di tengah kondisi ekonomi dunia yang masih berusaha bangkit akibat tekanan pandemic Covid-19 yang masih terus melanda.

Kasus Covid-19 Omicron yang hingga saat ini masih menunjukkan peningkatan di tingkat global juga diperkirakan akan berpotensi terjadi di Indonesia. Dikhawatirkan DKI Jakarta akan kembali mengambil opsi PPKM level 3 atau meningkat dibanding PPKM level 2 yang telah berjalan selama ini.

Baca juga : Meski IHSG Terjun, Asing Tetap Net Buy Rp 70,30 Miliar

“Mengacu pada deretan sentiment negative tersebut maka IHSG kami perkirakan masih berpeluang melanjutkan tren negatifnya pada perdagangan sesi II nanti dengan potensi level support bagi IHSG di sesi II nanti kami perkirakan akan berada di level 6,537,” tulis OCBC Sekuritas.

Berdasarkan hal itu, OCBC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan pada perdagangan sesi II hari ini, yaitu

JPFA

Diperkirakan berpeluang untuk bergerak dalam tren menguat terutama jika JPFA mampu terus bergerak di atas level support kritikal 1,670.

Support : 1.670

Resistance : 1.770

Rerkomendasi : Spec Buy untuk JPFA di level 1.690-1.705.

ADRO

Diperkirakan berpeluang untuk melanjutkan tren konsolidasinya namun level 2,120-2,150 berpeluang untuk menjadi level support kuat bagi ADRO.

Suppport : 2.120

Resistance : 2.370

Rekomendasi : Buy On Weakness untuk ADRO di level 2,120-2,150.

TOWR

Diperkirakan berpeluang untuk mengalami konsolidasi namun level 1,020-1,030 kami perkirakan berpeluang untuk menjadi level support kuat bagi TOWR.

Support : 1.020

Resistance : 1.105.

Rekomendasi : Buy On Weakness untuk TOWR di level 1,020-1,030.

 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN