Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pemerintah Jamin IPO Anak Usaha BUMN Terealisasi Tahun Ini

Minggu, 9 Juli 2017 | 11:58 WIB

JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan, rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sebanyak sembilan anak usaha BUMN harus terealisasi tahun ini. Hingga awal semester II-2017, Bursa Efek Indonesia (BEI) baru mencatat satu anak usaha BUMN dalam pipeline IPO.

 

Deputi Kementerian BUMN Bidang Restruktruisasi dan Pengembangan Usaha Aloysius Kiik Ro mengungkapkan, anak-anak usaha BUMN tersebut sedang memproses rencana IPO saham tersebut. “Semuanya harus jalan semester II tahun ini,” kata dia di Jakarta, Jumat (7/7).

 

Sesuai rencana, anak usaha BUMN yang bakal go public tahun ini antara lain PT Jasa Armada Indonesia, PT PP Peralatan (PP Alat), PT PP Urban dan PT PP Energi, PT Wika Realty dan PT Wika Gedung, PT Garuda Maintenance Facility (GMF), serta PT Tugu Pratama Indonesia.

 

Direktur Utama PT PP Tbk (PTPP) Tumiyana mengungkapkan, rencana IPO saham anak usahanya akan tetap berjalan. Menurutnya, PP Alat akan IPO saham pertama tahun ini yang akan berlangsung pada Oktober 2017. PP akan mengantar anak usahanya go public secara bertahap. Minimal, ada dua anak usaha yang melangsungkan IPO saham tahun ini.

 

Untuk PP Alat, perseroan akan mengakuisisi satu perusahaan dulu. Tumiyana ingin asset PP Alat menjadi besar sebelum anak usahanya itu go public.

 

Sesuai rencana, PP Alat akan mengakuisisi mayoritas saham PT Lancarjaya Mandiri Abadi. Lancarjaya merupakan perusahaan spesialisasi pengerjaan proyek sipil di bidang rekayasa tanah, pengerukan dan penimbunan tanah proses konstruksi dan penyewaan alat berat.

 

Nilai akuisisi mayoritas saham Lancarjaya diperkirakan mencapai sekitar Rp 800 miliar. “Kita akan tuntaskan akuisisinya bulan ini,” lanjut Tumiyana. (bersambung)

 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/marketandcorporatenews/garuda-tunjuk-4-perusahaan-underwriter/162389

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN