Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pengguna layanan belanja di Bukalapak.com melakukan pembayaran di minimarket di Jakarta, beberapa waktu lalu. (BeritaSatu Photo)

Seorang pengguna layanan belanja di Bukalapak.com melakukan pembayaran di minimarket di Jakarta, beberapa waktu lalu. (BeritaSatu Photo)

Penawaran Dimajukan, Bukalapak Patok Harga IPO Tertinggi di Rp 850

Selasa, 27 Juli 2021 | 08:32 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menetapkan harga tertinggi yakni Rp 850 per lembarnya dalam aksi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dari rentang awal Rp 750-850. Dengan demikian, startup teknologi unicorn pertama yang akan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut akan meraih dana segar Rp 21,9 triliun atau US$ 1,5 miliar (asumsi kurs Rp 14.500).

Demikian tertulis dalam prospektus Bukalapak, Selasa (27/7). Selain itu, tertulis juga penawaran umum (offering) menjadi dari tanggal 27-30 Juli, atau maju dari sebelumnya 28-30 Juli. Penjatahan dijadwalkan akan berlangsung pada 3 Agustus 2021.

Adapun, distribusi saham secara elektronik akan dilakukan pada 5 Agustus 2021. Pencatatan atau listing perdana di BEI akan berlangsung pada 6 Agustus 2021.

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).  (Foto: beritasatu photo)
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). (Foto: beritasatu photo)

Dalam prospektus disebutkan bahwa dana dari IPO tersebut akan digunakan oleh Bukalapak untuk modal kerja perseroan sebesar 66%. Sedangkan sisanya 34% untuk modal kerja entitas anak, yakni PT Buka Mitra Indonesia dan PT Buka Usaha Indonesia masing-masing 15%.

Lalu, PT Buka Investasi Bersama, PT Buka Pengadaan Indonesia, Bukalapak Pte. Ltd. dan PT Five Jack masing-masing 1%.

Bukalapak melepas sebanyak 25.765.504.851 lembar saham biasa atas nama yang seluruhnya adalah saham baru dan dikeluarkan dari portepel perseroan, dengan nilai nominal Rp 50. Jumlah itu mewakili 25% saham perseroan yang akan dilepas ke publik dalam aksi korporasi kali ini.

Sementara itu, manajemen juga akan mengalokasikan 0,05% dari saham yang ditawarkan pada saat IPO untuk program alokasi saham kepada karyawan atau employee stock allocation (ESA) sebanyak 14,02 juta lembar dengan harga yang sama dengan IPO.

Bukalapak juga akan menerbitkan opsi saham untuk program MESOP sebanyak-banyaknya 4,91% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah pelaksanaan IPO atau sebanyak-banyaknya 5,06 miliar.

Dalam IPO ini, Bukalapak telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Adapun PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Ciptadana Sekuritas Asia, PT Investindo Nusantara Sekuritas, PT Lotus Andalan Sekuritas, PT Panin Sekuritas Tbk, PT Philip Sekuritas Indonesia, PT Samuel Sekuritas Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Valbury Sekuritas Indonesia, PT Victoria Sekuritas Indonesia, PT Wanteg Sekuritas, PT UBS Sekuritas Indonesia dan PT Yuanta Sekuritas Indonesia telah juga ditunjuk untuk bertindak sebagai Penjamin Emisi Efek.

Dalam prospektus sebelumnya, disebutkan IPO ini juga akan ditawarkan kepada investor internasional, sehingga Bukalapak mempercayakan UBS AG Singapore Branch dan Merrill Lynch (Singapore) Pte. Ltd. bertindak sebagai joint global coordinators dan joint bookrunners untuk memasarkan IPO ini kepada investor internasional.

Di dalam prospektus tersebut juga disebutkan bahwa sebanyak 22 pemegang saham PT Bukalapak.com berkomitmen untuk tidak menjual atau mengalihkan (lock up) 90% saham perusahaan setelah perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK sendiri telah memberikan surat pernyataan efektif pada Senin (26/7) atau sesuai dengan jadwal. Dengan demikian, maka perusahaan wajib tunduk pada peraturan pasar modal yang berlaku.

Pemegang saham ini termasuk pendiri Bukalapak Muhamad Fajrin Rasyid yang memegang 2,45 miliar saham, Komisaris BEI Pandu Patria Sjahrir yang memegang sebanyak 13,37 juta saham dan Wakil Direktur Utama PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Susanto Hartono yang memegang 13,37 juta saham.

Aturan lock up yang dilakukan berdasarkan POJK No. 25 Tahun 2017 dimaksudkan untuk semua pihak yang memperoleh saham dengan harga pelaksanaan di bawah harga IPenawaran Umum Perdana dalam jangka waktu enam bulan bulan sebelum penyampaian pendaftaran ke OJK.

Tiga pemegang saham terbesar yang berkomitmen untuk tidak melepas saham ini dalam periode enam bulan adalah API (Hong Kong) Investment Limited (12,10 miliar saham), Batavia Incubator Pte. Ltd. (2,29 miliar saham) dan saham milik New Hope OCA Limited (2,93 miliar saham).

Di sisi lain, meski memiliki pemegang saham beragam dan global, sampai hari ini perusahaan tetap memiliki identitas Indonesia yang kuat. Mayoritas atau lebih dari 50% saham Bukalapak dimiliki pemegang saham dari Indonesia.

Sejumlah investor yang mempercayakan dananya menopang bisnis perusahaan selama ini, di antaranya Grup Emtek (PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) lewat PT Kreatif Media Karya/KMK Online), Microsoft, perusahaan investasi dana abadi Singapura (GIC), Shinhan dari Korea Selatan, Mirae Asset-Naver Asia Growth Investment Pte. Ltd, Mandiri Capital, dan Stardard Chartered (StandChart). 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN