Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indo Tambangraya. Foto ilustrasi: Defrizal

Indo Tambangraya. Foto ilustrasi: Defrizal

Pendapatan Indo Tambangraya Turun 26,89%

Selasa, 11 Agustus 2020 | 15:24 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id -  PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan penurunan pendapatan sebesar 26,89% menjadi US$ 652,62 juta pada semester I-2020, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya senilai US$ 892,70 juta. Penurunan ini seiring dengan pelemahan harga jualan batu bara global.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan terungkap per akhir Juni 2020, penurunan pendapatan ini juga dipicu penurunan volume penjualan batu bara, seperti penjualan batu bara pada pihak ketiga turun 25,29% menjadi US$ 589,31 juta dan penjualan kepada pihak berelasi melemah 48,25% mmenjadi US$ 28,82 juta.

“Penurunan penjualan berimbas terhadap pelemahan beban pokok pendapatan sebanyak 23,51% menjadi US$ 558,63 juta, sehingga akhir Juni 2020, Indo Tambangraya memperoleh laba kotor sebesar US$ 93,98 juta,” ungkap manajemen dalam laporan keuanganya, Selasa (11/8).

Meskipun demikian perseroan mampu menekan beban umum dan administrasi terkoreksi 21,54% menjadi US$ 11,29 juta. Namun beban keuangan meningkat menjadi US$ 1,92 juta dan penghasilan keuangan mencapai US$ 1,73 juta.

“Alhasil setelah dikurangi sejumlah pajak, Indo Tambangraya Megah hanya mampu mencetak laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 25,92 juta, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 75,99 juta,”

Sementara itu total aset perseroan hingga akhir Juli 2020 berjumlah US$ 1,22 miliar, terdiri dari atas aset lancar US$ 427,78 juta dan aset tidak lancar US$ 800,88 juta. Sedangkan pada pos kewajiban US$ 366,84 juta. (fur)

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN