Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi rapat. Foto: rawpixel (Pixabay)

Ilustrasi rapat. Foto: rawpixel (Pixabay)

Penerbitan Surat Utang Astra Sedaya di Bawah Target

Gita Rossiana, (jauhari_id)  Jumat, 10 April 2020 | 18:12 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Astra Sedaya Finance telah menghimpun dana sebesar Rp 7,58 triliun dari Obligasi Berkelanjutan IV dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I. Namun, realisasi tersebut di bawah target yang telah ditetapkan sebesar Rp 10 triliun.

Direktur Astra Sedaya Finance Ezar Kumendong mengatakan, perseroan seharusnya bisa menghimpun dana hingga Rp 10 triliun dari Obligasi Berkelanjutan IV dan Sukuk Mudharabah I. "Tidak tercapainya target dana yang dihimpun akibat kondisi pasar yang fluktuatif, sehingga permintaan untuk pembelian obligasi tidak sesuai dengan target," kata dia dalam keterangan resmi, Kamis (9/4).

Astra Sedaya Finance sebelumnya telah lima kali menerbitkan obligasi dan sukuk yang merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan IV dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I. Adapun total nilai dari lima kali penerbitan tersebut mencapai Rp 7,6 triliun.

Penerbitan obligasi terakhir dilakukan perseroan adalah pada Maret 2020. Pada waktu tersebut, perseroan merilis Obligasi Berkelanjutan IV Astra Sedaya Finance Tahap IV Tahun 2020 senilai Rp 2,18 triliun.

Sedangkan penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Astra Sedaya Finance Tahap I digelar pada 25 Mei 2018 dengan nilai Rp 1,12 triliun. Kemudian, perseroan juga menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Astra Sedaya Finance Tahap II pada 13 Februari 2019 dengan nilai Rp 2,25 triliun. Terakhir, perseroan juga menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Astra Sedaya Finance Tahap III pada 23 Oktober 2019 dengannilai Rp 1,55 triliun.

Adapun untuk Obligasi Berkelanjutan IV Astra Sedaya Finance Tahap IV diterbitkan dalam dua seri, yakni Seri A akan diterbitkan dengan jumlah pokok sebesar Rp 882 miliar. Obligasi ini diterbitkan dengan tingkat bunga tetap 5,8% dan tenor 370 hari. Kemudian, Seri B akan diterbitkan dengan nilai pokok Rp 1,3 triliun dan tingkat bunga tetap 7%. Obligasi ini memiliki tenor tiga tahun.

Perseroan sudah mendapatkan pernyataan efektif obligasi pada 21 Mei 2018. Kemudian masa penawaran umum dilakukan pada 20-23 Maret 2020.

Sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dilakukan pada 30 Maret 2020. Dalam penerbitkan obligasi ini, perseroan menunjuk PT BCA Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi.

Sementara itu, rendahnya permintaan untuk pembelian obligasi bakal mempengaruhi penerbitan obligasi korporasi tahun ini. Head of Economy Research PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri Permana mengatakan, faktor yang menghambat penerbitan tersebut adalah pandemi Covid-19 dan juga dampak lanjutannya terhadap perekonomian. "Risk premi, cost of fund, serta risiko cashflow perusahaan naik," jelas dia.

Dengan adanya penyebab tersebut, Fikri memprediksi penerbitan obligasi korporasi tahun ini akan menurun sekitar 13% dari proyeksi semula. Sebelumnya, Pefindo memprediksi penerbitan obligasi korporasi tahun ini bisa mencapai Rp 158,5 triliun. "Melihat kondisi sekarang, kemungkinan untuk direvisi sangat terbuka. Namun, kami menunggu data-data terbaru terlebih dahulu," papar dia.

Fikri menegaskan, seluruh sektor industri berpotensi terhambat dalam penerbitan obligasi korporasi. Namun, dia melihat struktur perekonomian Indonesia saat ini, yaitu sektor transportasi, logistik, dan komoditas akan mengalami dampak negatif yang cukup signifikan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN