Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo meresmikan pengembangan KIT Batang tahap II

Presiden Joko Widodo meresmikan pengembangan KIT Batang tahap II

Pengembangan KIT Batang Tahap II Dimulai, PTPP Garap Sejumlah Proyek

Jumat, 10 Juni 2022 | 10:01 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id –  PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka, terbesar, dan terdepan di Indonesia (“PTPP”), menghadiri seremoni implementasi tahap kedua Industri Baterai Listrik Terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang atau Grand Batang City.

Seremoni tahap kedua industri baterai ditandai prosesi penekanan tombol oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Rabu (08/06), di KIT Batang, Jawa Tengah.

Advertisement

Acara tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Park Tae-Sung, Menteri Investasi atau Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Mensesneg Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, President of LG Energy Solution Bang Soo Lee, Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Batang Wihaji, Direktur Utama PTPP Novel Arsyad, Direktur Strategi Korporasi & HCM PTPP Sinur Linda Gustina, Direktur Operasi Bidang Gedung PTPP Anton Satyo Hendriatmo dan jajaran pejabat lainnya.

Baca juga: Presiden Jokowi Resmikan Implementasi Industri Baterai Listrik di Kawasan Industri Batang

LG Energy Solution merupakan bagian dari LG Chem anak perusahaan dari LG Group yang berasal dari Korea Selatan. Perusahaan tersebut akan menempati lahan seluas 275 (dua ratus tujuh puluh lima) hektare yang akan menerapkan teknologi terbaru konsorsium LG. LG Energy Solution masuk ke dalam pengembangan KIT Batang tahap kedua untuk merealisasikan rencana investasi industri baterai listrik terintegrasi tahap kedua. Hal itu dilakukan menyusul acara groundbreaking fasilitas sel baterai senilai total US$ 1,1 miliar yang dilaksanakan di Karawang, Jawa Barat, pada September 2021.

Proyek grand package ini akan memberikan kontribusi utama bagi industri baterai sekunder global dalam 26 tahun ke depan. Pemerintah Indonesia ingin membangun sebuah ekosistem kendaraan listrik yang besar di Indonesia mencakup produksi dari hulu sampai ke hilir.

Hal tersebut dimulai dari penambangan nikel kemudian smelter hingga refinery sampai dengan pembangunan industri katoda dan prekursor kemudian masuk ke lithium baterai, EV baterai, baterai listrik hingga mobil listrik. Setelah mobil listrik masih terdapat tambahan lagi, yaitu recycle baterai listriknya, sehingga hal tersebut benar-benar dijalankan dari hulu ke hilir di Indonesia.

PTPP sangat mengapresiasi atas implementasi tahap kedua industri baterai di KIT Batang. Dengan kehadiran LG Energy Solution membuktikan bahwa KIT Batang memiliki banyak keunggulan dan potensi yang memikat para investor raksasa untuk menanamkan modalnya. Hal tersebut tentunya akan memberikan banyak dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

KIT Batang dikelola dan dimiliki oleh Konsorsium BUMN dan Perumda, yang terdiri atas PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero), PT PP (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nusantara IX (Persero), dan Perumda Batang. Selain menjadi perusahaan pengelola KIT Batang, PTPP berperan sebagai kontraktor utama dalam pembangunan beberapa proyek di Kawasan tersebut.

Sejumlah Proyek

PTPP menggarap beberapa proyek yang telah dan tengah dikerjakan di KIT Batang, seperti proyek pematangan lahan, pembangunan Rumah Susun yang dimiliki oleh Kementerian PUPR, pembangunan Jalan KIT Batang Paket 1.4 yang dimiliki oleh Kementerian PUPR, pembangunan pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang Tahap I Ruas Semarang-Batang yang dimiliki oleh Kementerian ESDM, dan pembangunan Pabrik Kaca Pertama di Indonesia yang dimiliki oleh KCC Glass Corporation Ltd.

“Dengan adanya pelaksanaan Seremoni ini membuktikan bahwa KIT Batang sangat diminati oleh investor raksasa. Hal tersebut terbukti dari telah habisnya penjualan area lahan fase pertama KIT Batang seluas 450 hektare, sehingga pengembangan KIT Batang memasuki fase kedua dengan pengembangan kawasan mencakup 1.000 hektare,” terang Novel Arsyad melalui penjelasan resminya di Jakarta, belum lama ini.

PTPP ikut menghadiri seremoni implementasi  tahap kedua Industri Baterai Listrik Terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang atau Grand Batang City.
PTPP ikut menghadiri seremoni implementasi tahap kedua Industri Baterai Listrik Terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang atau Grand Batang City.

KIT Batang merupakan kawasan di Indonesia yang ditawarkan dapat menjadi sentra industri baru dengan harapan dapat mendatangkan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Sementara itu, PTPP sebagai anggota konsorsium yang juga berperan sebagai kontraktor nasional terbesar dan terbaik saat ini siap bersinergi dengan LG Energy Solution dalam pembangunan pabrik dengan kualitas terbaik.

Proyek Strategis Nasional KIT Batang terus menunjukan tren positif di tengah pemulihan ekonomi dunia usai dilanda pandemi Covid-19. KIT Batang memiliki beberapa keunggulan dan potensi dimana hal tersebut dapat menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya di kawasan ini. Pembangunan KIT Batang dibagi menjadi 3 (tiga) kluster, yaitu Kluster I seluas 3.100 hektare, Kluster II seluas 800 hektare, dan Kluster III seluas 400 hektare.

Baca juga: PTPP Cetak Pertumbuhan Pendapatan di Atas 50% per Kuartal I-2022

“Kementerian/Lembaga telah berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam membangun dan menyiapkan fase pertama seluas 450 hektar di KIT Batang dimana seluruh area tersebut telah digunakan untuk pembangunan berbagai industri, mulai dari pabrik kaca, pabrik pipa, hingga pabrik baterai listrik. PTPP optimis bahwa kehadiran berbagai industri besar di KIT Batang akan membawa dampak baik bagi masyarakat terutama penyediaan lapangan pekerjaan. Selain itu, kehadiran industri besar tersebut tentunya akan turut meningkatkan pendapatan negara sehingga berdampak terhadap perekonomian nasional,” tambah Novel Arsyad.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN