Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan di pabrik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Foto: dok.

Kegiatan di pabrik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Foto: dok.

Penguat Kinerja Sido Muncul

Parluhutan Situmorang, Kamis, 5 Desember 2019 | 23:35 WIB

JAKARTA, investor.id - Penguatan margin keuntungan bersamaan dengan berlanjutnya kenaikan penjualan akan mendorong laba bersih PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) terus bertumbuh. Pertumbuhan juga didukung oleh penurunan beban setelah pembebasan royalti.

Ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan ke depan mendorong Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham SIDO. Danareksa Sekuritas untuk memilih menaikkan target harga saham SIDO dari Rp 1.250 menjadi Rp 1.470 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut mempertimbangkan valuasi perseroan tahun depan.

Analis Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengungkapkan, Sido Muncul menunjukkan kenaikan laba bersih yang pesat tahun ini didukung atas peningkatan margin keuntungan, dibandingkan pertumbuhan pendapatan.

“Kami memperkirakan faktor utama penguat laba bersih tahun 2020 bakal datang dari peningkatan pendapatan dibandingkan penguatan margin keuntungan,” tulis dia dalam risetnya, baru-baru ini.

Natalia menambahkan, ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan dalam beberapa tahun mendatang ditopang hampir semua unit bisnis perseroan, seperti produk herbal dan farmasi. Sedangkan produk minuman juga diharapkan lanjutkanpeningkatan. Di lain pihak, perseroan menunjukkan penurunan beban setelah tidak adanya lagi pembayaran royalti.

Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: dok ID
Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: dok ID

Hal tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk menargetkan kenaikan laba bersih menjadi Rp 80,02 miliar pada 2019 dan senilai Rp 895,05 miliar pada 2020, dibandingkan perolehan tahun 2018 mencpai Rp 663,84 miliar. Pendapatan juga diperkirakan meningkat menjadi Rp 3,03 triliun tahun ini dan menjadi Rp 3,36 triliun tahun depan, dibandingkan perolehan tahun lalu mencapai Rp 2,76 triliun.

Sebelumnya, Deputy Head of Research Sinarmas Sekuritas Wilbert mengatakan, pertumbuhan kinerja keuangan Sido Muncul diproyeksikan berlanjut hingga beberapa tahun mendatang. Pertumbuhan didukung atas pengoperasian pabrik baru, perluasan pasar domestik hingga ekspor, dan berlanjutnya efisiensi produksi.

Deputy Head of Research Sinarmas Sekuritas Wilbert mengatakan, pengoperasian pabrik baru diperkirakan masih berimbas positif terhadap pertumbuhan kinerja keuangan Sido Muncul ke depan. Sebagaimana diketahui pabrik tersebut baru dioperasikan sejak Februari 2019, sehingga dengan pengoperasian penuh pabrik tahun depan diharapkan berimbas positif terhadap penjualan.

“Kehadiran pabrik baru tersebut memungkinan perseroan untuk memperluas penetrasi pasar domestik dan luar negeri ke depan,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakar ta, pekan lalu.

Ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan, ungkap dia, didukung atas perluasan pasar ekspor. Hingga kini, penjualan ekspor baru berkontribusi sebesar 5% terhadap total pendapatan Sido Muncul hingga September 2019.

Sedangkan margin keuntungan kotor (gross profit margin/GPM) perseroan diperkirakan berada di kisaran 54% dan margin keuntungan operasional (operating profit margin/ OPM) berkisar 34%. Margin besar tersebut sejalan dengan penghapusan royalti dan berlanjutnya efisiensi produksi.

Kondisi tersebut diharapkan  menaikkan laba bersih Sido Muncul menjadi Rp 797 miliar tahun ini dan diharapkan lanjutkan pertumbuhan menjadi Rp 847 miliar pada 2020, dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 664 miliar. Pendapatan perseroan juga diharapkan naik menjadi Rp 2,98 triliun pada 2019 dan senilai Rp 3,22 triliun pada 2020, dibandingkan perolehan tahun 2018 mencapai Rp 2,76 triliun.

Meski prospek kinerja keuangan perseroan lanjutkan pertumbuhan, Sinarms Sekuritas justru merevisi turun rekomendasi saham SIDO dari buy menjadi add dengan target harga dipertahankan level Rp 1.340 per saham.

Revisi rekomendasi didasarkan atas kenaikan harga saham SIDO sejak awal tahun hingga kini telah lebih dari 46%. Target tersebut merefleksi kan perkiraan PE tahun 2020 sebesar 23,5 kali. Sedangkan ROE perseroan diharapkan mencapai 26,3% tahun 2019 dan diperkirakan mencapai 25,9% pada 2020.

irwan hidayat
irwan hidayat

Sebelumnya, Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan, perseroan tengah serius menggarap pasar ekspor, salah satunya ke Filipina. "Potensi pasar ekspor di Filipina cukup besar, bahkan lebih baik dibandingkan pemasaran Sido Muncul di Indonesia," katanya.

Selain Filipina, pihaknya tengah menggarap pasar ekspor di Jepang. Namun, perseroan terkendala biaya pengiriman di Jepang yang cukup tinggi sehingga belum menjadi prioritas bagi Sido Muncul. "Oleh karena itu, kami juga mencoba memasarkan produk ke Korea Selatan. Kami juga akan memasarkan produk ke Vietnam," kata dia.

Di luar Asia, perseroan menggarap ekspor ke Australia, Nigeria, dan Amerika. Untuk pasar tersebut, pihaknya tidak mendistribusikan secara langsung namun produk Sido Muncul bisa ditemukan di pasar Asia. Mengenai kemungkinan produksi ke luar negeri, ia mengatakan bukan hal yang mudah dilakukan karena bukan hanya pabrik yang dibutuhkan tetapi juga laboratorium. "Lagi pula Sido Muncul bukanlah industri makanan atau minuman yang membutuhkan lokasi yang dekat sehingga masih mudah jika tetap diproduksi di Indonesia," kata dia.

Manajemen perseroan sebelumnya telah memutuskan untuk membagikan dividen interim senilai Rp 327,45 miliar kepada pemegang saham. Dividen ini akan dibagikan pada 20 November 2019. Berdasarkan keterbukaan informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (24/10), pembagian dividen tersebut telah disetujui dalam rapat direksi pada 23 Oktober 2019. Total dividen yang dibagikan setara dengan Rp 22 per saham atau berkisar 87,53% dari perolehan laba bersih perseroan hingga 30 Juni 2019.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA