Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Surya Semesta. Foto: DEFRIZAL

Surya Semesta. Foto: DEFRIZAL

Penjualan Lahan Industri Surya Semesta Bisa Tumbuh

Rabu, 11 Desember 2019 | 10:48 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) diproyeksikan mampu untuk mempertahankan luas lahan industri yang terjual tahun depan. Sedangkan penjualan perdana lahan industri Subang dan tender proyek pembangunan jalan tol Pelabuhan Patimban diharapkan menjadi sentimen positif pergerakan saham perseroan.

Danareksa Sekuritas menargetkan lonjakan laba bersih Surya Semesta menjadi Rp 219 miliar pada 2020, dibandingkan perkiraan tahun 2019 mencapai Rp 106 miliar dan realisasi tahun 2018 mencapai Rp 38 miliar. Proyeksi kenaikan laba tersebut sejalan dengan perkiraan kenaikan pendapatan perseroan menjadi Rp 4,90 triliun pada 2020 dan mencapai Rp 3,97 untuk 2019, dibandingkan raihan tahun lalu sebesar Rp 3,68 triliun.

“Kami memperkirakan luas lahan industri yang dapat dijual perseroan mencapai 20 hektare tahun 2020, dibandingkan perkiraan tahun ini sebanyak 18 hektre. Hal ini diharapkan menopang pertumbuhan kinerja keuangan perseroan sepanjang tahun 2020,” ujar analis Danareksa Sekuritas Victor Stefano dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Pertumbuhan kinerja keuangan, ungkap dia, bakal didukung atas rencana divestasi aset lahan fase keempat di kawasan industri Karawang. Penjualan lahan tersebut diharapkan memberikan tambahan pendapatan bagi perseroan hingga Rp 325 miliar pada kuartal III-2020. Perseroan juga akan didukung oleh perolehan kontrak baru pembangunan ruas tol akses Pelabuhan Patimban. Sedangkan penjualan perdana kawasan industri Subang, ungkap dia, kemungkinan direalisasikan tahun 2021.

“Kami memperkirakan penjualan lahan industri Subang baru berkontribusi terhadap kinerja keuangan Surya Semesta pada 2021. Hal ini didasarkan ekspektasi pembukaan pelabuhan Patimbang kemungkinan dilaksanakan pertengahan tahun depan,” terangnya.

Berbagai faktor tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham SSIA dengan target harga Rp 1.000. Target harga tersebut menggambarkan diskon sekitar 56% dari perkiraan nilai aset bersih (RNAV) perseroan mencapai Rp 2.234 per saham. Target harga tersebut juga mengimplikasikan perkriaan PBV sekitar 1,2 kali tahun 2020.

Sebelumnya, manajemen Surya Semesta mencatatkan penjualan lahan industri seluas 16,6 hektare (ha) atau setara dengan Rp 285,9 miliar hingga kuartal III-2019. Realisasi tersebut telah melampaui target tahun ini mencapai 15 ha. Pencapaian tersebut juga mencerminkan kenaikan 99,6%, dibanding penjualan lahan industry tahun lalu mencapai 8,3 ha. Sedangkan pendapatan konsolidasi perseroan Januari-September 2019 bertumbuh 4,2% menjadi Rp 2,76 triliun, dibanding periode sama tahun lalu Rp 2,65 triliun.

Peningkatan pendapatan ini terutama didorong segmen properti dan konstruksi yang meningkat masing-masing sebesar 18,8% dan 2,9%. Sementara pendapatan segmen bisnis perhotelan Surya Semesta meningkat sekitar 1,3%. Hingga kuartal III-2019, marjin kotor perseroan naik menjadi 24,6%, dibandingkan dengan marjin kotor periode sama tahun lalu sebesar 23,5%.

Seiring itu, EBITDA perusahaan mencapai Rp291,4 miliar, melonjak 32,9% dari EBITDA kuartal III-2018 sebesar Rp 219,4 miliar. Sementara rugi bersih perseroan turun 87,6% menjadi Rp 8,11 miliar, dari Rp 65,60 miliar.

“Kami menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 10% akhir tahun 2019, dibandingkan pendapatan sepanjang tahun lalu sebesar Rp 3,68 triliun. Sedangkan laba bersih diharapkan naik hampir tiga kali lipat dari laba bersih tahun lalu sebesar Rp 37,7 miliar. Lonjakan didukung atas penjualan lahan di kuartal IV-2019,” tulis manajemen. Posisi kas perusahaan hingga kuartal III-2019 berada di level Rp 1,56 triliun, naik 41,5% dari semester I-2019 yaitu sebesar Rp 1,10 triliun.

Perseroan telah menarik pinjaman dari International Finance Corporation (IFC) sebesar US$ 50 juta dari total fasilitas kredit sebesar US$ 100 juta di pertengahan September 2019.

“Pinjaman ini dilakukan dengan skema cross currency interest rate swap, oleh karena itu perseroan menerima Rp 702,5 miliar dengan bunga tetap 10,06% untuk periode pinjaman hingga Juni 2026,” jelas manajemen.

Pendapatan unit properti Surya Semesta yang terdiri dari pendapatan kawasan industri, biaya pemeliharaan dan sewa komersil membukukan pendapatan sebesar Rp258,4 miliar pada kuartal III-2019 meningkat 18,8% dari Rp217,6 miliar pada kuartal III-2018.

Sementara unit bisnis kawasan industri perseroan, yang dijalankan PT Suryacipta Swadaya membukukan pendapatan sebesar Rp 204,7 miliar pada kurtal III-2019, meningkat sebesar 24,6% dari pendapatan periode sama tahun lalu Rp164,3 miliar.Peningkatan bisnis utama perseroan ini berkat penjualan lahan 2,5 hektar sebesar Rp41,4 miliar.

Lebih lanjut, pada bisnis pergudangan (warehouse) dan modern rental di SLP Karawang, yang dijalani PT SLP Surya Ticon Internusa memiliki properti yang dapat disewakan seluas 77.236 m2 per 30 September 2019. Jumlah itu setara 48,2% dari total lahan yang tersedia sebesar 160.255 m2. Kawasan ini memiliki occupancy rate pada kuartal III-2019 sekitar 92%.

Saat ini, SLP tengah mengembangkan pembangunan fase kelima dengan luasan net leasable area mencapai 51.330 m2 dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun ini.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN