Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi produk Hartadinata (Ist)

Ilustrasi produk Hartadinata (Ist)

Penjualan Perhiasan Turun, Hartadinata Genjot Logam Mulia

Minggu, 9 Agustus 2020 | 09:56 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, Investor.id -  PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) akan menggenjot penjualan logam mulia pada semester II tahun ini seiring tingginya permintaan masyarakat dibandingkan produk perhiasan. Meski demikian, laba bersih perseroan diperkirakan turun hingga akhir tahun ini karena penurunan margin keuntungan.

Direktur Hartadinata Abadi Sandra Sunanto mengatakan, di tengah pandemi seperti sekarang, masyarakat lebih memilih berinvestasi pada logam mulia yang berimbas terhadap peningkatan penjualan logam mulia, dibandingkan penjualan perhiasan. Hal ini meyakinkan perseroan bahwa penjualan logam mulia bisa menjadi penyumbang utama perseroan ke depan.

“Tingginya permintaan logam mulia tersebut mendorong lebih gencar lagi promosi komoditas ini pada semester II tahun ini. Penjualan logam mulia diharapkan pada kuartal keempat ini bisa tumbuh lebih baik,” jelasnya dalam paparan publik virtual di Jakarta, baru-baru ini.

Perseroan telah meluncurkan produk Logam Mulia Hartadinata (LM HRTA) dengan kadar kemurnian 999,9% secara serentak di seluruh jaringan Hartadinata. Produk logam mulia perseroan tersebut tersedia dalam beberapa pecahan mulai dari pecahan kecil 0,1 gram, 0,25 gram, 0,50 gram, 5 gram dan 10 gram. Pada akhir Agustus mendatang perseroan juga berencana merilis pecahan besar 25 gram, 50 gram dan 100 gram.

Dengan berbagai ragam ukuran, dia berharap, masyarakat dari segala lapisan memiliki fleksibilitas dan kemudahan untuk membeli Logam Mulia Hartadinata. Adapun, Hartadinata menargetkan hingga akhir tahun 2020 penjualan produk logam mulia berukuran 0,1 gram, 0,25 gram, 0,50 gram, 5 gram dan 10 gram dapat berkontribusi hingga Rp 4 triliun.

“Masyarakat dapat mulai menabung emas dengan Logam Mulia Hartadinata pada pecahan 0,1 hingga 5 gram, dengan asumsi harga pasaran saat ini produk kami dapat diperoleh dengan harga mulai dari Rp 100 ribu, sehingga siapapun mudah untuk mulai menabung emas,” kata dia.

Sandra menambahkan, sebelum adanya pandemi, perseroan berniat meluncurkan produk logam mulia dalam ukuran yang lebih besar sampai dengan 500 gram hingga 1 kilogram pada akhir Agustus ini. Namun hal ini urung dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan penjualan logam mulia dengan ukuran 0,1 gram hingga 1 gram dirasa lebih potensial untuk saat ini.

Selain itu, perseroan memproyeksikan penurunan laba bersih hingga akhir tahun 2020 akan terus berlanjut, seiring dengan margin yang diperoleh dari penjualan Logam Mulia memiliki margin yang lebih kecil.

Hingga semester I-2020, perseroan membukukan peningkatan pendapatan sebanyak 10,73% menjadi Rp 1,96 triliun pada semester pertama di 2020, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 senilai Rp 1,77 triliun. Peningkatan tersebut ditopang pertumbuhan penjualan pada logam mulia.

Beban pokok penjualan perseroan mencatatkan naik 11,87% menjadi Rp 1,79 triliun, sehingga pada akhir Juni 2020 diraih laba kotor sebanyak Rp 175,50 miliar. Perseroan juga mampu menahan sejumlah beban, seperti pada beban penjualan dan beban administrasi umum, dengan penurunan masing-masing 9,70% dan 8,31% dan raihan laba usaha sebesar Rp 149,45 miliar.

Pendapatan perseroan juga bertambah dari segmen penghasilan keuangan yang naik signifikan hingga Rp 5,14 miliar, padahal sebelumnya segmen ini hanya menyumbang Rp 1,08 miliar. Namun dengan peningkatan beban keuangan menjadi Rp 42,41 miliar membuat laba periode berjalan perseroan turun 8,81% menjadi Rp 78,76 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 86,37 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN