Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Semen Indonesia. Foto: IST

Semen Indonesia. Foto: IST

Penjualan Semen Indonesia Diproyeksi Berangsur Pulih

Parluhutan Situmorang, Rabu, 1 Juli 2020 | 06:14 WIB

JAKARTA, investor.id - Volume penjualan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) diproyeksi mulai berangsur pulih tahun depan, yang akan didukung oleh menggeliatnya ekonomi.

Sedangkan ekspektasi tetap terjaganya pangsa pasar diharapkan menjadi sentimen positif terhadap pergerakan harga saham perseroan tahun ini.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Yosua Zisokhi mengungkapkan, volume penjualanSemen Indonesiadiperkirakan bertumbuh 7% pada 2021. Sedangkan volume penjualan tahun ini diproyeksi turun 14,8% akibat pandemic Covid 19. Penurunan terbesar diperkirakan terjadi pada kuartal II tahun ini.

“Ekspektasi kembali bergulirnya aktivitas ekonomi Indonesia dan terjaganya pangsa pasar sebesar 53% diharapkan membuat volume penjualansemen perseroan kembali pulih tahun depan. Hal inimendorong kami untuk mempertahankan rekomendasi beli saham SMGR dengan target harga direvisi turun menjadi Rp 10.800,” tulis Yosua dalam risetnya, baru-baru ini.

Dia memperkirakan volume penjualan Semen Indonesia pada kuartal II-2020 mencapai 5,6 juta ton atau turun sebesar 27,7% dibandingkan periode sama tahun lalu.

 Fasilitas Packing Plant milik Semen Indonesiadi Mamuju, Sulawesi Barat.
Fasilitas Packing Plant milik Semen Indonesiadi Mamuju, Sulawesi Barat.

Target tersebut juga menunjukkanpenurunan sebesar 28,2% dari kuartal I tahun 2020. Faktor utama penurunan akibat pandemi Covid-19 dan libur Lebaran.

Sedangkan dampak pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak awal Juni, menurut dia, diproyeksikan baru berimbas positif terhadap kinerja operasional dan keuangan perseroan semester II tahun ini, meski angkanya diprediksi tetap turun sekitar 19,5% dari periode sama tahun lalu.

“Kami memperkirakan penjualan semen perseroan akan meningkat menjadi 7,5 juta ton pada kuartal III-2020, naik 33,3% dari kuartal II-2020. Namun, turun 27,7% dari periode sama tahun lalu,” jelas Yosua.

Dia menegaskan, sentimen positif terhadap pergerakan harga saham SMGR juga didukung oleh tetap terjaganya pangsa pasar penjualan semen perseroan di atas 50% sepanjang tahun ini, meskipun pangsa pasar perseroan jatuh ke level 49,3% pada Mei 2020 atau terendah sejak merampungkan akuisisi PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) yang kini berubah menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.

Faktor positif lainnya adalah kemampuan perseroan dalam mempertahankan rata-rataharga jual semen Rp 771.000per ton dengan keuntungan operasional mencapai Rp 135 ribu per ton.

Sentimen positif juga datang dari perseroan memiliki kas besar dari sisi laba bersih tahun lalu senilai Rp 2,1 triliun yang tidak dibagikan sebagai dividen.

Semen Indonesia. Foto: dok. ID
Semen Indonesia. Foto: dok. ID

Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham SMGR dengan target harga direvisi turun menjadi Rp 10.800 per saham. Target tersebut mencerminkan perkiraan EV/ EBITDA sebanyak 9,7 kali. Target tersebut juga telah merefleksikan perkiraan penurunan pendapatan Semen Indonesia menjadi Rp 34,87 triliun tahun ini dibandingkan perolehan tahun lalu senilai Rp 40,36 triliun.

EBITDA juga diperkirakan melemah dari Rp 8,52 triliun menjadi Rp 7,64 triliun. Laba bersih juga diestimasi melemah dari Rp 2,39 triliun menjadi Rp 1,32 triliun.

Sementara itu, analis Danareksa Sekuritas Maria Renata mengungkapkan, Semen Indonesia telah membukukan volume penjualan sebanyak 14,54 juta ton hingga Mei 2020 atau turun 3,9% dari perolehan periode sama tahun lalu.

Sedangkan volume penjualan semen perseroan sepanjang Mei turun 30,9%, dibandingkan April 2020.

“Penurunan volume penjualan dipengaruhi atas perayaan Lebaran dan berlanjutnya pandemi Covid-19. Begitu juga dengan penjualan ekspor semen perseroan melalui anak usahanya Thang Long Vietnam (TLCC) menunjukkan penurunan yang berimbas terhadap pelemahan volume penjualan semen perseroan,” tulis Maria dalam risetnya.

Penurunan volume penjualan tersebut berimbas terhadap penurunan pangsa pasar penjualan semen perseroan menjadi 49,3% pada Mei 2020, dibandingkan April 2020 di level 53,6%.

Perseroan hanya mampu menjual sebanyak 2,11 juta ton semen pada Mei 2020 atau turun 36,7% dari raihan periode sama tahun lalu dan melemah 30,9% dibandingkan pencapaian April 2020.

Semen Indonesia
Semen Indonesia

Kondisi tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk merevisi turun prospek saham SMGR dari buy menjadi holddengan target harga dipertahankan sebesar Rp 10.700. Target harga tersebut juga mempertimbangkan berlanjutnya penurunan penjualan semen bulan ini, seiring dengan belum sepenuhnya pulih permintaan masyarakat selama era baru ini. Target harga tersebut juga merefleksikan perkiraan PE tahun ini sekitaar 27,6 kali dan EV/ton mencapai US$ 105,8.

Target tersebut juga telah mempertimbangkan perkiraan penurunan laba bersih SemenIndonesia menjadi Rp 2,02 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu mencapai Rp 2,39 triliun. Pendapatan perseroan juga diharapkan turun dari Rp 40,36 triliun menjadi Rp 37,63 trililun.

Sebelumnya, Semen Indonesia menetapkan pembagian dividen senilai Rp 239,22 miliar. Dividen tersebut setara dengan rasio 10% dari total perolehan laba bersih tahun lalu.

Dividen tersebut ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPS) Semen Indonesia.

Manajemen Semen Indonesia menyebutkan RUPST telah menyetujui penetapan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebagai dividen dan laba ditahan. Dividen mencapai Rp 239,22 miliar dan sisanya Rp 2,15 triliun ditetapkan sebagai cadangan lainnya.

“Rapat juga menyetujui pengunduran diri Soekarwo sebagai komisaris utama perseroan. Selanjutnya, rapat mengangkat Rudiantara sebagai komisaris utama,” jelas manajemen Semen Indonesia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN