Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Phapros Tbk

PT Phapros Tbk

Penjualan Tumbuh 28,97%, Phapros Justru Merugi Rp 13,08 Miliar

Muhammad Ghafur Fadillah, Rabu, 1 Juli 2020 | 15:47 WIB

JAKARTA, Investor.id - PT Phapros Tbk (PEHA) membukukan peningkatan penjualan sebesar 28,97% menjadi Rp 229,36 miliar sepanjang periode Januari hingga Maret 2020, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 177,84 miliar. Meski demikian, perseroan justru menetak rugi periode berjalan senilai Rp 13,08 miliar, dibandingkan kuartal I-2019 dengan laba bersih Rp 4,68 miliar

Berdasarkan laporan keuangan terungkap pendapatan berasal dari penjualan dari pihak berelasi, yakni Rp 215,98 miliar. Jumlah tersebut naik 33,46% dari periode sebelumnya yaitu Rp 161,83 miliar. Sedangkan penjualan pihak ketiga berkontribusi Rp 13,38 miliar atau turun 16,37%.

“Secara rinci perseroan menyebutkan penjualan yang melebihi 10% hingga akhir Maret 2020, yakni kepada PT Kimia Farma Trading and Distribution sebanyak Rp 130,79 miliar dan PT Rajawali Nusindo sejumlah Rp 84,27 miliar,” jelas perseroan dalam laporan keuangannya,” tulisnya di Jakarta, Rabu (1/7).

Sedangkan beban pokok penjualan melonjak hingga 30,70% menjadi Rp 103,15 miliar hingga Maret 2020, dalam segmen ini beban pabrikasi dan beban tenaga kerja langsung berkontribusi masing-masing 6,63% dan 7,24%. Selain itu, beban perseroan ditambah oleh bagian barang dalam proses awal sebesar 95,13%, sehingga laba bruto menjadi Rp 126,21 miliar.

Tekanan terus berlanjut lantaran pada segmen beban penjualan perseroan masih mencatatkan beban naik 11,82% menjadi Rp 66,69 miliar, diperparah dengan beban penurunan nilai instrumen keuangan yang harus dipenuhi sejumlah Rp 37,49 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun 2019 tidak mengalami hal tersebut.

“Dengan peningkatan sejumlah beban tersebut menyebabkan perseroan harus menanggung rugi hingga Rp 13,08 miliar, dibandingkan akhir Maret 2019 mengantongi laba Rp 4,68 miliar,” ungkap manajemen.

Sementara itu, total aset perseroan saat ini berjumlah Rp 1,97 triliun yang terdiri dari aset lancar senilai Rp 1,07 triliun dan aset tidak lancar Rp 903,45 miliar. Sedangkan pada total kewajiban yang harus dipenuhi perseroan turun 2,36% atau setara dengan Rp 1,24 triliun.

Sebelumnya, emiten produsen produk farmasi tersebut telah menetapkan dividen tahun buku 2019 senilai Rp 85,03 per saham. Dividen tersebut setara dengan Rp 71,4 miliar atau 70% dari perolehan laba bersih perseroan tahun lalu.

Direktur Keuangan Phapros Heru Marsono mengatakan, dividen tersebut telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Kamis (25/6). RUPS Phapros juga mengangkat Hadi Kardoko sebagai direktur utama perseroan menggantikan Barokah Sri Utami. Selain itu, pemegang saham juga memberhentikan dengan hormat Prof Dr Fasli Jalal selaku komisaris independen yang digantikan oleh Brigjen TNI (Purn) dr Jajang Edi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN