Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BSD City. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROSA

BSD City. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROSA

Penurunan Asumsi Pertumbuhan BSD

Parluhutan Situmorang, Sabtu, 6 Juni 2020 | 05:01 WIB

JAKARTA, investor.id - Pelemahan industri properti ditambah peningkatan rasio utang bisa menekan kinerja keuangan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) tahun ini. Tekanan itu juga berasal dari perlambatan konstruksi sejumlah proyek properti perseroan akibat pandemi Covid-19.

Samuel Sekuritas menurunkan proyeksi laba bersih Bumi Serpong Damai atau BSD menjadi Rp 1,28 triliun pada 2020 dibandingkan realisasi tahun lalu yang senilai Rp 2,79 triliun. Pendapatan juga diperkirakan turun dari Rp 7,08 triliun menjadi Rp 6,37 triliun.

“Kami menurunkan asumsi pertumbuhan pendapatan recurring dan non-recurring masing-masing sebesar 14,5% dan 8,6% tahun ini. Penurunan tersebut akibat pembatasan sosial dan potensi perlambatan konstruksi secara umum,” tulis analis Samuel Sekuritas Akbar Muhammad dalam risetnya, baru-baru ini.

Dia menegaskan, penurunan keuntungan BSD juga didorong oleh tidak adanya keuntungan one-off gain perseroan tahun ini, seperti yang dicatatkan tahun lalu dari keuntungan transaksi penjualan PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) melalui real estate investment trust (REITs).

“Jika hal ini tidak diperhitungkan, proyeksi laba sebelum pajak perseroan turun sebesar 21,3%,” jelas Akbar.

Di awal tahun 2020 Sinar Mas Land kembali meluncurkan produk inovatif terbarunya yaitu klaster Inspirahaus yang berada di kawasan Tabebuya
Di awal tahun 2020 Sinar Mas Land kembali meluncurkan produk inovatif terbarunya yaitu klaster Inspirahaus yang berada di kawasan Tabebuya

Dia juga memangkas target penjualan pemasaran (marketing sales) unit properti perseroan sebesar 20% menjadi Rp 5 triliun tahun ini. Penurunan dipengaruhi oleh rendahnya take up rate akibat kontraksi ekonomi makro.

Terkait debt to equity ratio perseroan, Akbar memperkirakan bahwa itu akan meningkat menjadi 59,7% tahun ini, karena dipicu oleh penerbitan obligasi global senilai US$ 300 juta untuk refinancing utang pada kuartal I. Namun, rasio utang tersebut diperkirakan kembali turun tahun depan menjadi 40%.

Sebab itu, Samuel Sekuritas merevisi turun target harga saham BSDE menjadi Rp 820 dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut merefleksikan PBV tahun ini sekitar 0,4 kali dan tingkat diskonto mencapai 82% terhadap nilai aset bersih.

Pandangan senada juga diungkapkan analis OSO Sekuritas Indonesia Mochammad Cahyo Huttomo. Menurut dia, pendapatan BSD tahun ini diperkirakan turun 32% menjadi Rp 4,82 triliun dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 7,08 triliun.

“Pandemi Covid-19 menekan kinerja keuangan emiten properti, seperti BSD. Apalagi setelah pemberlakuan PSBB sejak akhir Maret lalu yang berimbas terhadap seluruh segmen bisnis perseroan,” tulis Cahyo dalam risetnya.

Pendapatan BSD juga bakal dipengaruhi oleh kebijakan penghentian operasional hotel di Jakarta dan Balikpapan, serta pengurangan pendapatan dari segmen sewa akibat penghentian sementara aktivitas mal dan kantor, khususnya di zona merah.

BSD. Foto: IST
BSD. Foto: IST

“Tak hanya itu, perseroan dihadapkan pada penurunan daya beli properti. Konsumen cenderung menahan konsumsi di tengah masa krisis seperti sekarang. Hal ini membuat penjualan property perseroan cenderung turun tahun ini,” jelas dia.

OSO Sekuritas memperkirakan penurunan laba bersih BSD menjadi Rp 801 miliar tahun ini dibandingkan pencapaian tahun lalu Rp 2,79 triliun.

Pendapatan juga diperkirakan anjlok menjadi Rp 4,81 triliun pada 2020 dibandingkan perolehan tahun 2019 senilai Rp 7,08 triliun.

Sementara itu, analis Danareksa Sekuritas Victor Stefano juga mengungkapkan bahwa BSD menghadapi perlambatan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang tahun ini. Hal itu dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari penurunan permintaan properti dan pemberlakuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 72.

Victor memproyeksikan penurunan laba bersih BSD menjadi Rp 2,37 triliun tahun ini dibandingkan pencapaian tahun lalu Rp 2,79 triliun.

Perolehan laba bersih tersebut telah mempertimbangkan keuntungan dari perusahaan patungan (joint venture). Pada kuartal I-2020, laba bersih BSD anjlok 58,09% menjadi Rp 259 miliar. Pendapatan turun sebesar 8,02% menjadi Rp 1,49 triliun dibandingkan kuartal I-2019 yang sebesar Rp 1,62 triliun.

“Realisasi laba bersih tersebut hanya merefleksikan sebesar 11% dari target tahun ini berdasarkan perkiraan kami. Sedangkan berdasarkan konsensus analis, setara dengan 16%,” tulis Victor dalam risetnya.

Penurunan pendapatan disebabkan oleh rendahnya pengakuan pendapatan dari pengembangan perumahan dengan penurunan sebesar 9%.

Begitu juga dengan pendapatan sewa turun hingga 24%. Penurunan pendapatan tersebut diikuti dengan penurunan margin kotor dari 75% menjadi 69,7% yang berimbas terhadap anjloknya laba bersih perseroan sampai kuartal I-2020.

Adapun penerapan PSAK 72 tidak berimbas signifikan terhadap kinerja keuangan BSD. Apalagi, pendapatan perseroan dari penjualan property bertingkat atau gedung hanya berkisar 10% dari total penjualan. Penurunan kinerja keuangan perseroan bakal dipengaruhi oleh marketing sales yang diperkirakan turun menjadi Rp 6,5 triliun tahun ini dibandingkan perkiraan semula Rp 6,8 triliun.

“Penurunan target marketing sales tersebut hampir sama dengan realisasi tahun lalu. Target kami di bawah ekspektasi manajemen perseroan yang mencapai Rp 7,2 triliun,” ungkap Victor.

Meski demikian, Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BSDE dengan target harga Rp 900. Target tersebut mempertimbangkan bahwa produk perseroan masih sangat atraktif. Target tersebut mempertimbangkan proyeksi RNAB perseroan sekitar 71%.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN