Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
harga minyak naik

harga minyak naik

Penurunan Rig dan Data Tenaga Kerja AS Picu Harga Minyak Rebound

Gora Kunjana, Sabtu, 5 Oktober 2019 | 08:56 WIB

NEW YORK, investor.id - Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena data ketenagakerjaan AS yang baru dirilis meredakan  kekhawatiran bahwa ekonomi global yang melambat dapat membebani permintaan energi.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) yang menjadi patokan AS untuk pengiriman November naik US$0,36 menjadi menetap pada US$52,81 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu untuk patokan global, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember, naik US$0,66 menjadi ditutup pada US$58,37 per barel di London ICE Futures Exchange. 

Tingkat pengangguran di AS turun menjadi 3,5% pada September, tingkat terendah dalam 50 tahun-tahun terakhir, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Jumat (4/10/2019).

Departemen mengatakan total penggajian (payroll) pekerjaan non-pertanian bertambah 136.000 pada bulan lalu. Pertumbuhan lapangan pekerjaan mencapai rata-rata 161.000 per bulan sejauh tahun ini, dibandingkan dengan kenaikan bulanan rata-rata 223.000 pada tahun lalu.

Harga minyak juga mendapat dukungan setelah data menunjukkan penurunan jumlah rig AS. Jumlah rig pengeboran aktif di AS turun turun lima menjadi 855 rig minggu ini, berkurang 197 rig dari waktu yang sama tahun lalu, menurut data mingguan yang dirilis oleh Baker Hughes pada Jumat (4/10/2019). 

Menurut perusahaan jasa ladang minyak yang berbasis di Houston tersebut, rig pengeboran aktif ini mencakup 710 rig minyak yang beroperasi di lading-ladang minyak AS, turun tiga; 144 rig pengeboran gas turun dua; dan aneka rig tidak berubah sama sekali.  Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA