Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Peraturan Pasar Modal Harus Market Friendly

Senin, 10 Agustus 2020 | 11:35 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com) ,Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Wakil Ketua Umum AEI, Bobby Gafur Umar mengungkapkan, memasuki usia yang kian mapan, kinerja BEI sudah cukup baik dalam memenuhi fungsinya sebagai fasilitator dan controller.

Terlebih dalam beberapa tahun terakhir, BEI telah menorehkan beberapa prestasi dan penghargaan dalam skala internasional.

Bobby mengungkapkan beberapa harapannya untuk BEI. Pertama, fungsi BEI sebagai fasilitator jalannya perdagangan efek di Indonesia dapat membuat peraturan atau kebijakan yang ramah pasar (market friendly).

“Di sisi lain, fungsi BEI sebagai controller diharapkan tidak hanya tegas dalam menjalankan fungsinya, namun juga proporsional. Terlebih akhir-akhir ini terjadi beberapa kasus yang cukup mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia, contohnya kasus Jiwasraya,” papar dia.

Bobby Gafur Umar. Foto: IST
Bobby Gafur Umar. Foto: IST

Bobby mengakui, butuh ketegasan dari BEI dalam menjalankan fungsi pemantauan dan mengawasi praktik manipulasi harga saham yang tidak wajar. Kendati harus tegas, BEI juga harus proporsional dalam mengawasi jalannya perdagangan efek. “

Bobby Gafur Umar mengapresiasi berbagai insentif pajak yang telah diberikan otoritas pasar modal kepada emiten, khususnya selama masa pandemi Covid-19. “Itu sangat membantu,” tandas dia.

Bobby menuturkan, BEI harus lebih agresif melakukan sosialisasi mengenai banyaknya manfaat menjadi perusahaan terbuka. Hal tersebut perlu dilakukan agar dapat mendorong pertumbuhan perusahaan tercatat di BEI.

Empat Peran

Yunita Linda Sari. Foto: IST
Yunita Linda Sari. Foto: IST

Di pihak lain, Plt Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK, Yunita Linda Sari mengemukakan, sebagai regulator, OJK menjalankan empat peran dalam mengembangkan pasar modal, baik dari sisi suplai, proses bisnis, infrastruktur, maupun permintaan. Keempat peran itu meliputi otorisasi, pembentukan standar, pengawasan, dan penerapan aturan.

Menurut dia, OJK sudah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendorong penguatan pasar modal domestik. “Saat ini, kami juga sedang mengkaji kebijakan mengenai market maker dan price discovery serta biro kredit,” tutur dia.

Yunita menjelaskan, kebijakan baru yang akan dikeluarkan OJK tahun ini di antaranya mengembangkan papan pemantauan khusus, sistem pem bayaran di reksa dana, dan digital reporting.

“Selanjutnya pada kuartal IV-2020, akan dibentuk sistem kliring obligasi dan revitalisasi sistem pinjam meminjam efek,” ujar dia. (git/der/fur)  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN