Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pintu masuk Bursa Efek Indonesia., Jakarta. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Pintu masuk Bursa Efek Indonesia., Jakarta. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Perbanyak Alternatif Investasi, BEI Siap Keluarkan Produk Baru

Jumat, 14 Februari 2020 | 23:52 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini berencana mengeluarkan tiga produk baru yakni Structured Warrant, IDX30 Futures, serta Single Stock Futures. Hal itu sejalan dengan fokus kerja BEI tahun ini sebagai pengembangan produk derivatif.

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI Ignatius Denny menjelaskan Structured Warrant dan futures adalah produk investasi yang memungkinkan investor untuk melakukan investasi dengan modal yang cenderung lebih kecil namun dengan potensi keuntungan dan kerugian yang sama seperti saat investor berinvestasi pada Efek underlying-nya.

Adapun produk ini diharapkan bisa mengacu pada saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar yang besar serta fundamental perusahaan dalam kategori baik.

"Sebagai produk leverage Structured Warrant dan produk Futures (kontrak berjangka) memiliki mekanisme perdagangan yang berbeda, sistem (transaksi) kami sudah siap, kami harap dapat segera launching pada semester pertama," jelasnya usai konferensi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (14/2).

Lebih lanjut Ignatius menambahkan setidaknya sudah ada lima lembaga keuangan yang menyatakan kesiapannya untuk menerbitkan produk derivatif tersebut. Selain itu Ignatius mengatakan Structured Warrant memiliki mekanisme perdagangan yang kurang lebih sama dengan company warrant.

Sedangkan, untuk berinvestasi produk Futures (kontrak berjangka), investor harus melalui mekanisme mark-to-market pada setiap akhir hari untuk menentukan keuntungan dan kerugian masing-masing investor yang masih memiliki posisi terbuka.

"Untuk structured warrant izinnya akan segera terbit usai pengesahan Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (RPOJK)," kata dia.

Sebelumnya Bursa Efek Indonesia telah memiliki beragam varian instrumen alternatif seperti Exchange Trade Fund yakni investasi kolektif yang penyertaanya dan pencatatanya diperdagangkan di BEI, sedangkan untuk underlying ETF berupa indeks tertentu yang sudah resmi menjadi indeks acuan di Bursa Efek Indonesia, seperti IHSG, LQ45, atau Investor 33.

Dengan demikian, membeli satu produk ETF seperti membeli satu basket (keranjang) efek isinya saham yang menjadi acuan indeks bersangkutan. Jika indeks acuannya adalah LQ45, maka underlying ETF tersebut adalah 45 saham paling likuid versi BEI. Seperti halnya reksa dana yang umum dikenal, ETF pun berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) antara manajer investasi (MI) dan Bank Kustodian (BK).

"Produk ETF itu sendiri merupakan produk investasi yang dapat dijadikan sebagai alternatif bagi investor dengan profil risiko low-to medium karena produk ini merupakan reksa dana yang terdiversifikasi dengan baik dan dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi," paparnya.

Seperti halnya membeli reksa dana konvensional, investasi pada instrumen ETF juga butuh biaya. Selain biaya manajer investasi dan biaya bank kustodian, investor perlu mengeluarkan biaya transaksi lewat broker (transaction fee). Namun biaya-biaya ini tergolong sangat rendah.

Sedangkan pada reksa dana konvensional, berlaku biaya subscription fee maupun redemption fee, umumnya dengan standar yang relatif lebih tinggi dibanding tarif transaction fee pada broker. 

"Sehingga apabila dibandingkan dengan produk reksa dana, produk ini lebih efisien, transparan, dan fleksibel karena diperdagangkan selama jam perdagangan Bursa, dan nilai indikasi NAV-nya dapat dipantau secara real-time," pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN