Menu
Sign in
@ Contact
Search
Indika Energy. Foto: Perseroan.

Indika Energy. Foto: Perseroan.

Percepat Pembayaran Saham Kideco, Indika (INDY) Setor Rp 2,5 Triliun ke Samtan

Minggu, 27 Nov 2022 | 17:20 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Indika Energy Tbk (INDY) melakukan pembayaran lebih cepat kepada ST International Co Ltd (Samtan Co Ltd) sebesar US$ 160 juta atau Rp 2,5 triliun. Dengan demikian, Indika telah menyelesaikan transaksi perjanjian jual beli (PJB) atas pembelian 100.139 saham milik Samtan di PT Kideco Jaya Agung.

Transaksi yang berlangsung pada 23 November 2022 tersebut berkaitan dengan aksi korporasi PT Indika Inti Corpindo sebagai anak usaha INDY dan perseroan yang mengakuisisi 45% saham Kideco Jaya Agung senilai US$ 677,5 juta pada 2017.

Baca juga: Demi Kendaraan Listrik, Indika (INDY) dan Foxconn Mau Gaet Perusahaan Thailand

“Hal ini sebagaimana telah disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi No.116/IE/BOD/LET/XII/2017 tertanggal 8 Desember 2017,” ungkap Sekretaris Perusahaan Indika Energy Adi Pramono dalam keterangan tertulis, yang dikutip pada Minggu (27/11/2022).

Advertisement

Adi menjelaskan, pembayaran lebih awal imbalan kontinjen itu merupakan upaya INDY dalam mengurangi beban biaya yang muncul pada tahun depan. Dengan kesepakatan akuisisi tersebut, maka kepemilikan Indika pada Kideco bertambah menjadi 91%.

Baca juga: Ekspansif, Indika (INDY) Caplok Distributor Mobil Listrik

Masing-masing transaksi dilakukan secara terpisah, yakni Indika Energy membeli 40% saham Kideco dari Samtan dan Indika Inti membeli 5% saham Kideco dari PT Muji Inti Utama.

Dengan total tambahan 45% saham, Indika Energy yang sebelumnya sudah memiliki 46% saham Kideco akan menjadi pemegang mayoritas saham pada perusahaan pertambangan batu bara dengan wilayah pertambangan di Kalimantan Timur itu. Sedangkan Samtan masih mempertahankan kepemilikan saham sebesar 9%.

Baca juga: BUMI Lagi-lagi Mau Private Placement, Nilainya Rp 2,1 T, Siapa yang Masuk?

Dalam awal perjanjian, INDY menandatangani PJB saham Kideco dengan nilai transaksi US$ 517,5 juta, yang akan dibayar pada saat penutupan transaksi. INDY juga punya kewajiban pembayaran tambahan sekitar US$ 160 juta ditambah bunga sebesar maksimum 10,5% per tahun.

Pembayaran tambahan akan diberikan jika Kideco memperoleh perpanjangan, pembaruan, atau konversi izin pertambangan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

Baca juga: Cerita Lo Kheng Hong Lolos dari Floating Loss Terbesarnya di Saham BUMI

Sebelumnya, Direktur Utama dan CEO Grup Indika Energy Arsjad Rasjid telah menegaskan bahwa masuknya Kideco sebagai anak perusahaan terkonsolidasi akan memberikan nilai tambah strategis terhadap Indika Energy. Kideco adalah produsen batu bara terbesar ketiga di Indonesia yang memiliki spesifikasi produk batu bara sangat baik dengan tingkat kandungan sulfur dan ash yang sangat rendah.

“Kideco adalah aset tambang batu bara dengan skala produksi besar, efisiensi tinggi, dan rekam jejak operasional, keselamatan kerja, serta lingkungan yang solid selama lebih dari 20 tahun,” jelas Arsjad pada awal PJB.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com