Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas bank melayani nasabah dengan salah satu aplikasi digital Bank Mandiri.  Foto:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Petugas bank melayani nasabah dengan salah satu aplikasi digital Bank Mandiri. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Percepatan Pemulihan Bank Mandiri

Rabu, 26 Agustus 2020 | 04:29 WIB
Parluhutan Situmorang

Tahun ini, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) diproyeksikan tetap mampu membukukan kinerja yang lebih baik dari perkiraan semula. Sedangkan kinerja keuangan perseroan tahun depan diyakini pulih total, dengan ekspektasi menyamai atau bahkan melampaui realisasi tahun 2019.

Analis Trimegah Sekuritas Rifina Rahisa dan Willinoy Sitorus mengungkapkan, Sejumlah paket stimulus yang telah digelontorkan pemerintah berimbas terhadap percepatan pemulihan kinerja Bank Mandiri. Beberapa stimulus tersebut adalah penempatan dana pemerintah di bank umum, subsidi bunga untuk debitur tertentu, dan jaminan dari pemerintah.

“Dengan adanya paket stimulus pemerintah bersamaan dengan mulai menggeliatnya aktivitas ekonomi akan mendongkrak kembali ekspansi kredit Bank Mandiri dengan target pertumbuhan satu digit tahun ini,” tulis Rifina dan Willinoy dalam risetnya, baru-baru ini.

Selain itu, Bank Mandiri menunjukkan tren penurunan nilai restrukturisasi kreditsebagai dampak dari pandemic Covid-19 dari masa puncaknya pada pertengahan Juni 2020.Dengan penurunan tersebut diperkirakan kredit yang direstrukturisasi mencapai 19% dari total kredit yang telah disalurkan perseroan atau jauh di bawah perkiraan semula.

Petugas bank melayani nasabah dengan salah satu aplikasi digital Bank Mandiri di sela-sela peresmian pengoperasian Kantor Cabang Pembantu (KCP) Menara Astra di Jakarta, Kamis (9/7/2020). Foto:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Petugas bank melayani nasabah dengan salah satu aplikasi digital Bank Mandiri di sela-sela peresmian pengoperasian Kantor Cabang Pembantu (KCP) Menara Astra di Jakarta, Kamis (9/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Berdasarkan data total kredit yang direstrukturisasi hingga pertengahan Agustus tahun ini baru mencapai Rp 119 triliun dan diantisipasi hanya sekitar 40% dari total kredit restrukturisasi tersebut yang kemungkinan menjadi masalah. Angka tersebut hanya berkisar 5% dari total kredit yang telah disalurkan perseroan.

Rifina dan Willinoy memprediksi, Bank Mandiri tetap menambah biaya provisi pada paruh kedua tahun ini sebagai antisipasi potensi kerugian dari sejumlah kredit bermasalah.

“Namun, secara keseluruhan terlihat seluruh bank BUMN menunjukkan perbaikan dalam kualitas aset. Hal ini menjadi sentimen positif terhadap saham bank pelat merah,” jelas mereka.

Rifina dan Willinoy juga menilai bahwa sejumlah indicator keuangan perseroan menunjukkan angka lebih baik, yang terlihat dari realisasi hingga semester I-2020.

Di antaranya, biaya kredit perseroan kemungkinan lebih rendah dari perkiraan semula, jumlah kredit bermasalah diperkirakanlebih rendah dari proyeksi awal, dan pendapatan bunga bersih diyakini lebih baik dari proyeksi semula seiring dengan pertumbuhankredit yang lebih baik.

Sebab itu, Trimegah Sekuritas merevisi naik target laba bersih Bank Mandiri dari Rp 11,2 triliun menjadi Rp 16,78 triliun tahun ini. Ekspektasi pendapatan bunga bersih juga direvisi naik dari Rp 49,34 triliun menjadi Rp 54,03 triliun. Sedangkan proyeksi NIM direvisi naik dari 4,4% menjadi 4,6% sepanjang tahun ini.

Trimegah juga merevisi naik target harga saham BMRI dari Rp 6.100 menjadi Rp 6.900 den- gan rekomendasi beli. Target harga saham tersebut mempertimbangkan perkiraan PBV perseroan tahun 2021 sebesar 13% atau di bawah rata-rata dalam lima tahun terakhir.

Dirut Bank Mandiri Royke Tumilaar bersana jajaran direksi Bank Mandiri. Foto: Bank Mandiri
Dirut Bank Mandiri Royke Tumilaar bersana jajaran direksi Bank Mandiri. Foto: Bank Mandiri

Sementara itu, analis Danareksa Sekuritas Eka Savitri mengungkapkan, Bank Mandiri sedang berada di posisi terbaik untuk segera pulih, sehingga tahun depan perseroan diharapkan telah pulih sepenuhnya. Hal ini mendorong Danareksa Sekuritas merevisi naik target pertumbuhan kinerja keuangan Bank Mandiri pada 2021.

Eka memproyeksikan, laba bersih Bank Mandiri bakal pulih menjadi Rp 27,45 triliun pada 2021 dibandingkan proyeksi tahun ini senilai Rp 17,57 triliun dan realisasi tahun 2019 yang sebesar Rp 27,48 triliun.

Laba sebelum provisi (PPOP) diperkirakan mencapai Rp 51,25 triliun pada 2021 dibandingkan target tahun 2020 senilai Rp 45,9 triliun dan pencapaian 2019 yang senilai Rp 48,52 triliun. Ekspektasi kinerja keuangan tahun depan yang lebih baik, bahkan bisa melewati pencapaian tahun 2019, mendorong

Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham BMRI dari Rp 6.500 menjadi Rp 7.500. Saham bank pelat merah ini direkomendasikan beli.

Tak hanya itu, BMRI ditetapkan sebagai pilihan teratas untuk saham sektor perbankan.

Lampaui Target

Bank Mandiri membukukan penurunan laba bersih konsolidasi sebesar 23,93% menjadi Rp 10,29 triliun pada semester I-2020. Penurunan terutama disebabkan oleh pembentukan cadangan sebagai antisipasi dampak pandemi Covid-19. Sedangkan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tumbuh 0,1% (yoy) menjadi sebesar Rp 29,79 triliun.

Total pendapatan perseroan sampai semester I-2020 tercatat Rp 43,37 triliun, naik tipis 2,63% (yoy). Sedangkan biaya operasional semester I-2020 naik 4,4% (yoy) menjadi Rp 19,18 triliun. Cost to income Bank Mandiri naik tipis ke level 45,08% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 43,8%.

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar menyatakan, perseroan terus memastikan strategi pertumbuhan yang konservatif melalui penerapan prinsip kehatihatian dan analisis sektor yang cermat dalam penyaluran kredit.

“Untuk mengantisipasi potensi ketidakpastian ekonomi ke depan, kami juga membangun pencadangan untuk memastikan terjaganya kualitas aset. Per Juni 2020, rasio coverage CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) konsolidasi kami berada pada kisaran 195,5%,” jelasnya.

Sementara itu, Trimegah Sekuritas menyebutkan bahwa realisasi kinerja keuangan Bank Mandiri sepanjang semester I-2020 sudah melampaui perkiraan.

Realisasi laba bersih setara dengan 91,8% dari target Trimegah sebelum revisi dan mencapai 65,3% dari konsensus analis. Begitu juga dengan pendapatan bunga yang setara 58,6% dari target Trimegah

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN