Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pengunjung memotret pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung memotret pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pergerakan IHSG Cenderung Pesimis Sejalan Pelemahan Bursa Global, Kok Bisa?

Jumat, 16 September 2022 | 12:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pada perdagangan sesi I Jumat (16/9/2022), IHSG mengalami pelemahan sebesar 1,68% ke level 7.182. Rupanya IHSG belum mampu mempertahankan laju penguatannya setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan kemarin. Bahkan, pergerakan IHSG hari ini cenderung pesimis sejalan dengan pelemahan bursa global. Kok bisa?

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan pergerakan IHSG hari ini yang cenderung pesimis sejalan dengan pelemahan bursa global. Memang laporan penjualan ritel AS yang dirilis tadi malam mengalami perbaikan dari sebelumnya terkontraksi sebesar 0,4% meningkat tipis menjadi 0,3%.

Baca juga: IHSG Terpangkas, Saham-saham Ini Malah Bikin Investor Sumringah Jelang Akhir Pekan

“Namun tidak direspon dengan baik sebagaimana tercermin dalam pergerakan indeks Wall Street yang cenderung terdepresiasi,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Jumat (16/9/2022).

Demikian halnya dengan pergerakan indeks Tiongkok, lanjut Pilarmas Investindo Sekuritas, yang juga mengalami pelemahan di tengah akselerasi penjualan ritelnya sebesar 5,4% yang melampaui estimasi pasar. “Bahkan, produksi industrinya pun konsisten mengalami kenaikan dalam empat bulan terakhir,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Baca juga:  IHSG Anjlok, Penurunan Saham GOTO dan ARTO Kian Dalam

Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, pelaku pasar dan investor dinilai masih mencerna rilis inflasi AS yang belum sesuai ekspektasi. Menunjukan bahwa kenaikan suku bunga yang sudah dinaikan secara agresif masih belum menunjukan respon yang begitu signifikan terhadap pergerakan inflasi di tengah harga komoditas yang berangsur mengalami penurunan.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, hal ini memberikan ekspektasi bahwa suku bunga The Fed akan ditingkatkan makin agresif dengan mempertaruhkan prospek ekonomi ke depan. Hal yang dilihat akan membuat mayoritas negara merespon dengan kenaikan suku bunga yang agresif pula di mana tentunya akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi negaranya.

Baca juga: Saham Sektor Teknologi Anjlok, IHSG Ditutup Terpangkas 1,68%

“TPIA. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 2.360-2.540. Sedangkan PER: 220,34x dan PBV: 4,91x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com