Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Perhatian! 20 Saham Masuk Daftar Pemantauan Khusus BEI

Senin, 24 Januari 2022 | 11:38 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan daftar efek bersifat ekuitas dalam pemantauan khusus terbaru yang berlaku efektif mulai Senin (24/1) ini. Hal tersebut dalam rangka memberikan perlindungan kepada investor terkait informasi fundamental dan atau likuiditas perusahaan tercatat.

Terdapat 20 saham yang masuk dalam daftar pemantauan khusus ini, antara lain saham PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR), PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), dan PT Golden Plantation Tbk (GOLL).

Baca juga: Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Siapkan Buyback Saham Rp 3 Triliun

Kemudian, PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO), PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN), PT Intraco Penta Tbk (INTA), PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU), serta PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI).

Selanjutnya, PT Leyand International Tbk (LAPD), PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA), PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA), PT MNC Studios International Tbk (MSIN), dan PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA).

Setelah itu, PT Hanson International Tbk (MYRX), PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA), PT Onix Capital Tbk (OCAP), PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO), dan PT Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM).

Selain itu, ada satu yang dikeluarkan dari daftar pemantauan khusus, yakni saham PT Temas Tbk (TMAS). Tercatat, PT Temas Tbk membukukan pendapatan Rp 2,35 triliun sampai dengan kuartal III-2021. Jumlah tersebut tumbuh sekitar 21% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 1,94 triliun. Sedangkan, laba tahun berjalan atau laba bersih perseroan sampai kuartal III-2021 sebesar Rp 623,25 miliar atau melonjak 117,5 kali lipat dari realisasi periode yang sama tahun 2020 sebanyak Rp 5,3 miliar.

Baca juga: Mitra Angkasa Sejahtera Genjot Ekspansi Usai Masuk Pasar Modal

Sementara itu, 11 kriteria efek bersifat ekuitas dalam pemantauan khusus, yakni:

1. Harga rata-rata saham enam bulan terakhir di pasar reguler kurang dari Rp 51.

2. Laporan keuangan auditan terakhir mendapatkan opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer).

3. Tidak membukukan pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan pada laporan keuangan auditan dan/atau laporan keuangan interim terakhir dibandingkan dengan laporan keuangan yang disampaikan sebelumnya.

4. a) Untuk perusahaan tercatat yang bergerak dalam bidang usaha pertambangan mineral dan batu bara yang telah melaksanakan tahapan operasi produksi namun belum sampai tahapan penjualan atau yang belum memulai tahapan operasi produksi pada akhir tahun buku ke-4 sejak tercatat di Bursa, belum memperoleh pendapatan dari kegiatan usaha utama (core business).

  b) Untuk perusahaan tercatat yang merupakan induk perusahaan yang memiliki perusahaan terkendali yang bergerak di bidang mineral dan batu bara yang telah melaksanakan tahapan operasi produksi namun belum sampai tahapan penjualan atau yang belum memulai tahapan operasi produksi pada akhir tahun buku ke-4 sejak tercatat di Bursa, belum memperoleh pendapatan dari kegiatan usaha utama (core business).

5. Memiliki ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir.

6. a) Tidak memenuhi persyaratan untuk dapat tetap tercatat di Bursa sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat, untuk perusahaan tercatat yang sahamnya tercatat di papan utama atau di papan pengembangan.

  b) Tidak memenuhi persyaratan untuk dapat tetap tercatat di Bursa sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor I-V tentang Ketentuan Khusus Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas selain Saham di Papan Akselerasi yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat, untuk perusahaan tercatat yang sahamnya tercatat di papan akselerasi.

7. Memiliki likuiditas rendah dengan kriteria nilai transaksi rata-rata harian saham kurang dari Rp 5 juta dan volume transaksi rata-rata harian saham kurang dari 10.000 saham selama enam bulan terakhir di pasar reguler.

8. Dalam kondisi dimohonkan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) atau dimohonkan pailit.

9. Memiliki anak perusahaan yang kontribusi pendapatannya material bagi perusahaan tercatat dan anak perusahaan tersebut dalam kondisi dimohonkan PKPU atau dimohonkan pailit.

10. Dikenakan penghentian sementara perdagangan efek selama lebih dari satu hari Bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan.

11 Kondisi lain yang ditetapkan oleh Bursa setelah memperoleh persetujuan atau perintah dari Otoritas Jasa Keuangan.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN