Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi CPO. (Foto: PT Triputra Agro Persada Tbk)

Ilustrasi CPO. (Foto: PT Triputra Agro Persada Tbk)

Perhatian! Harga CPO Bakal Dipengaruhi Jajaran Indikator Ini  

Senin, 28 Nov 2022 | 05:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pekan ini harga CPO akan bergantung pada jajaran indikator yang bakal diperhatikan oleh para pelaku pasar. Mulai dari rilisnya data ekspor CPO Malaysia periode bulan November,  perkembangan situasi di Indonesia khususnya terkait ekspor CPO dan program biodiesel B40, perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok, dan kondisi di pasar minyak nabati.

“Harga CPO pekan ini berpotensi berada di resistance 4.500 – 4.650 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan support terdekat di harga 3.800 – 3.650 Ringgit Malaysia per ton,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, belum lama ini.

Baca juga: CPO Bikin Laba Bersih Teladan Prima Agro (TLDN) Terbang 108,5%

Yoga menambahkan, harga CPO juga akan dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak kedelai yang pada pekan ini nampaknya masih akan bergerak terbatas atau tidak terlalu berfluktuatif.  Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok, perkembangan situasi pelayaran di jalur Laut Hitam, ancaman iklim La Nina di negara produsen utama, dan situasi di pasar CPO.

Advertisement

“Harga minyak kedelai diperkirakan akan berada di resistance US$ 74 - 76 per pounds, dan potensi support di kisaran harga US$ 70 - 68 per pounds,” tambahnya.

Yoga menambahkan, jika melihat dari data ekspor di negara eksportir utama yaitu Indonesia dan Malaysia, terjadi peningkatan permintaan dari negara importir, dan kemungkinan masih akan terus meningkat hingga awal tahun akibat berlangsungnya perayaan Chinese New Year yang jatuh di bulan Januari.

Baca juga: Harga CPO Berakhir Positif 

Sedangkan untuk penurunan pasokan ini nampaknya lebih diakibatkan karena efek dari tingginya curah hujan yang melanda. Mengutip dari departemen meteorologi Malaysia, diperkirakan curah hujan yang tinggi masih akan bertahan hingga bulan Maret tahun depan.

“Hingga akhir tahun, kemungkinan harga CPO akan menemui level resistance di kisaran harga 4.700 – 5.000 Ringgit Malaysia per ton. Apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga 3.500 – 3.200 Ringgit Malaysia per ton,” jelasnya.

Baca juga:Tak Ganggu Kebutuhan Pangan Lokal, Minyak Sawit untuk Biodisel Perlu Terus Dikembangkan

Pada pekan lalu, harga CPO naik hingga 7%. Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives periode 17 – 25 November 2022. Kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember 2022 naik 269 Ringgit Malaysia (6,63%) menjadi 4.060 Ringgit Malaysia per ton. kontrak pengiriman CPO untuk Januari 2023 bertambah 286 Ringgit Malaysia (6,95%) menjadi 4.114 Ringgit Malaysia per ton.

Sedangkan kontrak berjangka CPO pengiriman Februari 2023 terkerek 290 Ringgit Malaysia (7%) menjadi 4.140 Ringgit Malaysia per ton. Maret 2023 meningkat 294 Ringgit Malaysia (7,08%) menjadi 4.152 per ton.

Sementara itu, Kontrak berjangka CPO pengiriman April 2023 terdongkrak 294 Ringgit Malaysia (7,12%) menjadi 4.129 Ringgit Malaysia per ton. Serta, Mei 2023 naik 284 Ringgit Malaysia (6,95%) menjadi 4.086 Ringgit Malaysia per ton. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com