Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja berada didepan layar pergerakan saham, gedung BEI, Jakarta.  Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Pekerja berada didepan layar pergerakan saham, gedung BEI, Jakarta. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Perhatikan BISI, WTON, BBTN, PGAS, ASII, HRUM, ANTM, INCO, BSDE, ASRI, ERAA, ESSA

Jumat, 12 Juli 2019 | 06:33 WIB

JAKARTA, investor.id- Reliance Sekuritas Indonesia memroyeksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak terbatas cenderung tertekan diakhir pekan perdagangan dengan support resistance 6380-6420. Saham-saham yang masih menjadi perhatian investor diantaranya; BISI, WTON, BBTN, PGAS, ASII, HRUM, ANTM, INCO, BSDE, ASRI, ERAA, ESSA.

Secara teknikal IHSG telah mencapai target penguatan fibonacci retracement 161.8% diangka 6420 dengan pola candlestick bearish meeting line. Penguatan lanjutan IHSG terlihat akan sangat berat menjelang akhir pekan sehingga mengindikasi terkoreksi jangka pendek terlebih dahulu meskipun Pergerakan yang berada pada tren bullish trend setelah keluar dari bearish trend menjadi dorongan positif untuk pergerakan IHSG kedepan.

Indikator Stochastic dan RSI kembali memasuki area overbought serta bollinger bands yang memantulkan pergerakan IHSG sehingga membuka peluang terkoreksi jangka pendek.

Indeks saham Asia ditutup mayoritas menguat. Indeks Nikkei (+0.51%), TOPIX (+0.47%) dan HangSeng (+0.81%) naik cukup optimis sedangkan Shanghai (-0.04%) terkonsolidasi. Investor menyambut tanda-tanda baru dari The Fed dalam suku bunga yang lebih rendah. Posisi investor asing di Jepang pada Saham meningkat signifikan ¥192.2B dari ¥58.5B dalam data yang dirilis pada hari ini menjadi salah satu faktor penguatan ekuitas di Jepang. IHSG (+0.1%) menguat menjelang akhir sesi perdagangan 6.38 poin kelevel 6417.07 meskipun sempat melemah menjelang sesi kedua.

Pergerakan IHSG seakan telah price in dalam peluang pemangkasan suku bunga yang hampir 100% pada bulan ini akan terjadi di AS.

Dengan penurunan GWM lebih awal Bank Indonesia telah mengantisipasi pemangkasan suku bunga the Fed. indeks Sektor Industri Dasar (-1.09%) dan Pertanian (-0.42%) menjadi penekan penguatan IHSG selama jam perdagangan. Investor asing masih melakukan aksi beli dengan total net buy value 866.52 miliar pada perdagangan hari kamis seiring penguatan Nilai tukar rupiah naik 0.46% kelevel Rp14.067 per dolar AS. Indeks Eurostoxx (+0.29%), FTSE (+0.24%) dan DAX (+0.17%) dibuka menguat pada awal sesi perdagangan mengiringi penguatan pada bursa berjangka AS dan Asia karena Investor menyambutkan tanda-tanda baru pada sikap dovish yang ditegaskan oleh The Fed. Bursa saham Eropa mayoritas menguat menuju kenaikan pertama dalam lima hari dengan perusahaan energi memimpin.

Investor akan mengamati risalah ECB dan kesaksian Powell di hadapan Komite Perbankan Senat pada hari Kamis untuk petunjuk lebih lanjut. Euro naik 0,2% menjadi $ 1,1271, yang terkuat dalam seminggu. Minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,6% menjadi $ 60,81 per barel, mencapai tertinggi dalam tujuh minggu.

Para produsen minyak AS pada Rabu waktu setempat memangkas sepertiga produksi minyaknya di teluk Meksiko karena adanya salah satu badai besar yang mengancam produksi minyak lepas pantai menjadi salah satu faktor utama penguatan harga minyak dunia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN