Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas Friderica Widyasari Dewi

di acara Nextgen Summit 2021 sesi diskusi

Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas Friderica Widyasari Dewi di acara Nextgen Summit 2021 sesi diskusi "Pilih-Pilih Investasi untuk Pemula" yang digelar Beritasatu Media Holdings, Rabu, 7 April 2021

Perhatikan Ini Agar Tak Jadi Korban Investasi Bodong

Rabu, 7 April 2021 | 16:02 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  – Penipuan berkedok investasi atau sering disebut investasi bodong marak terjadi di masyarakat. Meskipun sudah banyak memakan korban, sampai saat ini masih ada saja yang tergiur tawaran investasi tersebut.

“Pelaku investasi bodong ini biasanya menjanjikan investasi dengan return yang tinggi dan tanpa risiko yang kemudian membuat masyarakat tergiur. Padahal setiap investasi pasti ada risikonya,” kata Friderica Widyasari di acara Nextgen Summit 2021 sesi diskusi “Pilih-Pilih Investasi untuk Pemula” yang digelar Beritasatu Media Holdings, Rabu (7/4/2021).

Agar tidak menjadi korban investasi bodong, Friderica mengingatkan untuk tidak terjebak dengan janji-janji palsu, seperti menjanjikan return yang tinggi dalam waktu cepat dan nol risiko. Hindari penjual yang memaksa, sehingga Anda terpengaruh untuk mengambil keputusan secara terburu-buru. Selain itu, waspadai juga penjual dengan bujuk rayu saat menawarkan investasi.

“Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, kita juga harus ingat prinsip investasi yaitu high risk  high return. Jadi jangan percaya kalau ada yang menawarkan return tinggi dan tanpa risiko,” kata Friderica.

Friderica juga mengingatkan pentingnya mengenali lembaga yang menawarkan investasi tersebut. Pastikan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang datanya bisa dengan mudah dilihat di website resmi OJK.

“Izin pendirian perusahaan itu beda dengan izin sebagai perusahaan investasi, jadi mesti hati-hati. Untuk perusahaan investasi, ini bisa dicek di OJK apakah terdaftar atau tidak supaya tidak tertipu,” pesan Friderica.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN