Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Pan Brothers Tbk. Foto: Perseroan.

PT Pan Brothers Tbk. Foto: Perseroan.

Peringkat Diturunkan, Pan Brothers Percepat Negosiasi dengan Kreditur

Minggu, 25 Oktober 2020 | 22:36 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Pan Brothers Tbk (PBRX) meminta Moody’s Investors Service menarik penetapan corporate family rating (CFR) perseroan yang dipangkas dari B3 menjadi Caa1. Saat ini, perseroan masih bernegosiasi dengan para kreditur terkait pinjaman US$ 138,5 juta dengan tenor tiga tahun untuk pelunasan kembali (refinancing) utang.

Wakil Direktur Utama Pan Brothers Anne Patricia Sutanto mengatakan, perseroan berkomitmen untuk bekerja cepat terkait refinancing utang jatuh tempo pada akhir Januari 2021. Pihaknya akan memberikan informasi lebih lanjut setelah kesepakatan refinancing berjalan lancar.

“Kami terikat non-disclosure agreement (NDA), sehingga belum dapat menyebut negosiasi dengan bank mana saja. Jika sudah final, baru kami umumkan,” kata dia kepada Investor Daily, Minggu (25/10).

Seperti diketahui, utang yang akan jatuh tempo pada 2021 merupakan hasil perjanjian pinjaman sindikasi pada 27 Desember 2017. Ketika itu, bank yang bertindak sebagai mandated lead arrangers and bookrunners adalah PT Bank ANZ Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia, dan Ing Bank NV. Sementara, HSBC sebagai facility agent dan PT Bank Permata Tbk sebagai security agent.

Semula, jumlah plafon pinjaman sindikasi sebesar US$ 110 juta dengan accordion US$ 40 juta. Fasilitas terbagi dua, yakni tranche A dengan tingkat bunga LIBOR+2,25% dan tranche B dengan LIBOR+1,75%. Pan Brothers tercatat mendapatkan kembali accordion sebesar US$ 28,5 juta pada November 2018, sehingga total plafon pinjaman menjadi US$ 138,5 juta.

Baru-baru ini, Moody’s Investors Service menurunkan CFR Pan Brothers menjadi Caa1 dari B3. Hal serupa juga berlaku untuk surat utang global jatuh tempo 2022 yang diterbitkan PB International BV. Prospek perseroan juga masih ditetapkan negatif.

Analis Moody's Stephanie Cheong mengungkapkan, penurunan peringkat mencerminkan kekhawatiran Moody's terhadap kemampuan Pan Brothers untuk membiayai kembali utang yang bakal jatuh tempo. “Meskipun perusahaan telah membuat beberapa kemajuan dalam upaya refinancing, tapi belum ada kesepakatan yang mengikat sehingga waktu pelaksanaan refinancing sangat tidak pasti dan secara signifikan menantang peringkat perusahaan,” jelas dia dalam keterangan resmi.

Strategi

Pan Brothers telah menyusun strategi jangka pendek dan jangka panjang sebagai strategi meningkatkan kinerja. Upaya tersebut lain pengembangan kapasitas baik di induk dan anak perusahaan, mengembangkan produk dengan mitra strategis sesuai permintaan pasar, menjaga kemitraan yang ada maupun baru, serta memanfaatkan ketersediaan modal kerja.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Pan Brothers Iswar Deni mengatakan, di sektor ritel, Pan Brothers mendapatkan dan mengembangkan lisensi brand baik milik sendiri maupun didapatkan dari pihak lain untuk wilayah Indonesia dan Asia. “Kami juga memperkuat eksistensi di pasar garmen dalam negeri,” ujar dia.

Selanjutnya, perseroan mengembangkan diri ke arah hulu dan hilir dari manufacturing garmen menuju ke seluruh industri tekstil. Pan Brother juga berencana menjaminkan lebih dari 50% kekayaan bersih perseroan dan anak usaha dalam rangka mendapatkan pinjaman dari pihak ketiga.

Perseroan menyerap anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 3,3 juta hingga semester I-2020. Adapun target maintenance capex tahun ini mencapai US$ 15 juta. Sepanjang 2019 dan 2020, Pan Brothers mengkonsentrasikan capex untuk menambah kapasitas melalui otomatisasi, digitalisasi, dan upskilling seluruh lini personal yang ada. “Kapasitas terpasang untuk garmen tahun 2019 menjadi 117 juta pcs/tahun dan ditargetkan menjadi 130 juta pcs/tahun pada 2021,” kata Iswar.

Pan Brothers meneruskan produksi selama pandemi Covid-19 ini untuk memenuhi pesanan dari global brands dan beradaptasi untuk membuat divisi Alat pelindung diri (APD) yang telah meningkatkan profitability perseroan. Hingga Juni 2020, laba perseroan naik sebesar 15% dari periode sama tahun lalu, laba kotor naik 16%, dan laba usaha meningkat 33%.

Secara fundamental, penjualan konsolidasi Januari hingga Desember 2020 diproyeksikan akan meningkat sekitar 10-15 % dari realisasi penjualan 2019, dikarenakan oleh hubungan berkelanjutan dengan global brands dan peningkatan penjualan APD.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN