Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas pekerja garmen di PT Sritex. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Aktivitas pekerja garmen di PT Sritex. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Perkuat Ekuitas, Sritex Hanya Bagi Dividen Rp 1 Per Saham

Selasa, 7 Juli 2020 | 15:37 WIB
Thereis Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA,investor.id – PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex akan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp 1 per saham dengan nilai total sebesar Rp 20,45 miliar dari laba tahun buku 2019. Pembagian dividen sebesar itu telah diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan pada Selasa (7/7).

Sekretaris Perusahaan Sritex Welly Salam mengungkapkan, rasio dividen yang dibagikan tahun ini memang lebih kecil dibanding tahun lalu. Perseroan mengambil keputusan tersebut karena saat ini prioritas Sritex adalah menjaga likuiditas ekuitas di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Kami percaya dengan menjaga tingkat ekuitas yang cukup kuat, maka perseroan akan memberikan hasil yang maksimal di tahun 2020 ini,” jelas Welly dalam paparan publik perseroan, Selasa (7/7).

Adapun sebelumnya, Sritex membagikan dividen Rp 3 per saham atau sebesar Rp 61,35 miliar dari tahun buku 2018.

Hingga akhir tahun 2019, Sritex membukukan laba bersih sebesar US$ 87,7 juta naik 7,42% dibanding laba bersih tahun sebelumnya sebesar US$ 84,6 juta.

Welly menambahkan, dalam situasi pandemi Covid-19 pihaknya harus bisa menerapkan strategi keuangan yang tepat dan hati-hati. Salah satunya, tercermin dalam rasio utang jangka panjang perseroan yang lebih dominan dibanding utang jangka pendek.

Menurut Welly, strategi dalam menjaga porsi rasio utang jangka panjang juga didukung oleh fasilitas pinjaman tersebut dapat diperpanjang otomatis selama jatuh tempo. Sedangkan untuk utang jangka pendek terdapat utang sindikasi yang jatuh tempo pada tahun 2020 sebesar US$ 68 juta juga akan diperpanjang secara otomatis.

“Dengan struktur rasio utang jangka panjang lebih banyak dibanding jangka pendek, maka tidak akan mengganggu likuiditas perseroan, dalam situasi krisis sangat penting utk menjaga likuiditas perseroan,” ujar Welly.

Welly menjelaskan, hingga kuartal I-2020 kinerja perseroan membukukan penjualan sebesar US$ 316,61 juta terkoreksi tipis 0,07% dibanding periode sama tahun lalu sebesar US$ 316,84 juta. Penurunan ini disebabkan meningkatnya beban pokok penjualan 2,19% menjadi US$ 257,58 juta dari sebelumnya sebesar US$ 252,04 juta.

Protokol Covid-19, lanjut Welly, menyebabkan kenaikan biaya produksi perseroan. Pasalnya, perseroan harus menambah biaya untuk menyiapkan masker bagi seluruh karyawan dan penyemprotan disinfektan pada seluruh area produksi operasional perseroan.

Hingga akhir kuartal I-2020, perseroan telah merealisasikan penggunaan anggaran belanja modal (capital expenditure/ capex) sebesar US$ 15,8 juta. Penggunaan capex tersebut dialokasikan untuk pemeliharaan mesin-mesin operasional perseroan.

“Jumlah tersebut masih sesuai dengan target full year 2020 yang akan berkisar di US$ 40-50 juta. Capex tersebut akan dikeluarkan dari dana kas perusahaan,” jelasnya.

Produksi Bahan Baku Masker

Sementara itu, Direktur Utama Sritex Iwan Setiawan Lukminto mengungkapkan, pihaknya telah mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 sejak awal Februari. Sritex langsung membuat bahan baku untuk masker, saat ekspor mulai terganggu akibat lockdown di beberapa negara. Hal tersebut membuat kinerja perseroan tetap terkendali meski situasi ekonomi diterpa penyebaran virus corona.

“Kami mengubah sistem produksi kami, dengan membuat bahan baku khusus untuk masker dalam waktu tiga hari. Akhir April kami menyelesaikan lebih dari 45 juta masker. Saat ini masker jadi produk primadona di Indonesia,” jelasnya. Iwan menambahkan, pihaknya juga tengah mengembangkan produk berkonsep fashion safety, inovasi tersebut ditujukan agar konsumen dapat melakukan social distancing dan juga terhindar dari droplet saat beraktivitas di luar.

“Kita akan terus kembangkan di tokosritex.com untuk fashion-fashion hasil produksi kami, kami juga telah bekerja sama juga dengan market place Tokopedia untuk memperluas jaringan distribusi ritel,” ujarnya.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN