Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Perkuat Modal, 5 Emiten Tawarkan Saham Baru

Selasa, 22 September 2020 | 09:18 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Lima emiten menyiapkan aksi penerbitan saham baru untuk menambah modal. Para emiten tersebut adalah PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS), PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV), dan PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI).

Pada Selasa (22/9), Smartfren menjadwalkan konversi atas Obligasi Wajib Konversi (OWK) II dan III yang diterbitkan pada 2014 dan 2017. Dalam rangka mengeksekusi konversi ini, perseroan akan menerbitkan 34 miliar saham baru seri C seharga Rp 100 per saham, yang menjadi hak pemegang OWK. Total nilai transaksi tersebut mencapai Rp 3,4 triliun.

Salah satu pemegang OWK tersebut, yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang terafiliasi dengan Grup Sinarmas, telah menyatakan niat untuk menukar OWK. Jumlah OWK yang ditukar Dian Swastatika akan diumumkan setelah pelaksanaan dan pencatatan saham-saham baru Smartfren di Bursa Efek Indonesia (BEI). “Sebagian (saham baru) akan kami ambil,” ujar Sekretaris Perusahaan Dian Swastatika Sentosa Susan Chandra kepada Investor Daily, Jakarta, Senin (21/9).

Saham baru Smartfren yang diterbitkan tersebut berasal dari saham simpanan (portepel) perseroan. Aksi ini sebelumnya telah meraih izin dari pemegang saham Smartfren, pada 14 Agustus 2020.

Cari Investor Strategis

Sementara itu, MNC Vision Networks bersiap melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement, dengan menerbitkan 1,05 miliar saham atau 3% dari seluruh saham yang disetor dan ditempatkan perseroan. Perseroan akan meminta restu pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) 23 September 2020.

Aksi ini melengkapi rencana perseroan pada 2020 untuk melakukan penambahan modal maksimal setara 3,52 miliar saham atau 10%. Rangkaian private placement bertujuan memperkuat struktur modal, untuk mendorong pertumbuhan bisnis internet protocol television (IPTV) dan digital streaming. MNC Vision juga membuka kesempatan bagi investor strategis yang berminat menginvestasikan modal pada perseroan.

Sedangkan Plaza Indonesia Realty tengah merancang penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Aksi korporasi ini merupakan upaya perseroan menambah jumlah saham beredar di publik atau free float.

Sebelumnya, Direktur Plaza Indonesia Realty Evy Tirtasudira mengatakan, perseroan telah melakukan persiapan rights issue seperti menunjuk lembaga dan profesi penunjang pasar modal. Pemegang saham perseroan juga telah memberikan persetujuan aksi ini pada RUPSLB 20 Maret 2020. “Kami berterimakasih kepada BEI yang telah memberikan perpanjangan waktu hingga 31 Desember 2020 untuk perseroan memenuhi persyaratan free float,” ujar Evy.

Semula, manajemen Plaza Indonesia menargetkan rights issue bisa dilakukan selambat-lambatnya pada 30 Juni 2020. Per 31 Agustus 2020, struktur pemegang saham perseroan tercatat adalah PT Plaza Indonesia Investama sebanyak 96,61%, masyarakat 2,99%, dan saham treasury 0,40%.

Emiten Bank

Sementara itu, guna mendapatkan suntikan modal segar, Bank Banten akan rights issue dengan menerbitkan 60,82 miliar saham seri C. Jumlah saham tersebut setara 90,46% dari modal dan ditempatkan penuh perseroan.

Dalam rangka mendukung aksi tersebut, perseroan akan melakukan penggabungan nilai saham (reverse stock) sebelum rights issue. Melalui reverse stock tersebut, nilai nominal saham seri A yang semula Rp 100 dapat menjadi Rp 1.000 per saham dan saham seri B yang sebelumnya Rp 18 menjadi Rp 180 per saham. Rasio reverse stock ini adalah setiap 10 saham lama perseroan akan menjadi 1 saham dengan nominal baru. Bank Banten akan meminta persetujuan pemegang saham terkait rights issue dan reverse stock pada RUPSLB 2 Oktober 2020.

Tak ketinggalan, Bank Bisnis Internasional yang sahamnya baru tercatat di BEI pada 7 September lalu, juga merencanakan rights issue pada Desember 2020. Aksi penambahan modal ini guna memenuhi ketentuan modal inti minimum yang diatur dalam POJK No 12/POJK.03/2020. Dalam aturan ini, minimum modal inti bank diwajibkan Rp 3 triliun pada akhir 2022.

Per Juni 2020, modal inti Bank Bisnis tercatat Rp 508,53 miliar. Sementara itu, dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham yang lalu, perseroan meraih dana segar Rp 189,49 miliar. Perseroan berharap masuk kelompok bank Buku 2 dengan modal inti minimal Rp 1 triliun, supaya bisa mengembangkan layanan digital pada tahun depan.

Pada kesempatan terpisah, analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta mengatakan, investor berpeluang mengapresiasi saham emiten setelah rights issue, jika ada peningkatan likuiditas saham dan kinerja fundamental emiten. Ini misalnya emiten seperti Plaza Indonesia, yang diharapkan mampu menjaring investor baru yang berminat menyerap saham baru perseroan, seiring prospek kinerja meningkat.

“Biasanya yang dikhawatirkan investor publik adalah saham yang tidak likuid. Saham-saham seperti model ini harga dapat naik signifikan apabila ada transaksi besar. Tapi, investor khawatir kenaikan tersebut hanya sesaat,” tandas dia.

Nafan menambahkan, pemodal cenderung mencermati saham-saham bank yang banyak melakukan rights issue atau private placement sepanjang tahun ini. Saham Bank Banten misalnya, akan diperhatikan investor bila nanti diumumkan identitas investor baru yang berniat masuk pada bank tersebut.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN