Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
antam

antam

Permintaan Bijih Nikel Domestik Melonjak, Target Harga Saham ANTM Dinaikkan ke Rp 3.230

Kamis, 18 Februari 2021 | 07:50 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor. Id - Tingginya permintaan bijih nikel di pasar domestik didukung asumsi harga nikel yang cenderung baik menjadikan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) layak untuk dicermati. Bahkan, Samuel Sekuritas merevisi naik target harga saham ANTM dari Rp 1.480 menjadi Rp 3.230.

Analis Samuel Sekuritas Dessy Lapagu mengatakan, tingginya permintaan bijih nikel di dalam negeri sejalan dengan penambahan smelter menjadi katalis positif terhadap pergerakan harga saham ANTM. “Kami menaikkan asumsi penjualan bijih nikel perseroan tahun 2021-2022 ke angka 3.8-4.4 juta WMT dengan asumsi harga nikel berada di rentang US$ 17,300-18,200/ton, sehingga rekomendasi saham ANTM dipertahankan beli dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 3.230,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.

Target harga tersebut juga merefleksikan proyeksi EV/EBITDA perseroan tahun ini sekitar 16,9 kali. Target tersebut juga mempertimbangkan target kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 2,46 triliun tahun ini, dibandingkan perkiraan tahun lalu Rp 1,50 triliun. Begitu juga dengan pendapatan diperkirakan mencapai Rp 29,66 triliun, dibandingkan proyeksi tahun 2020 senilai Rp 26,1 triliun.

Dessy menambahkan, produksi bijih nikel Antam pada kuartal IV-2020 menunjukkan peningkatkan menjadi 1,9 juta WMT (+46% yoy/+27.6% qoq) dengan volume penjualan 2,1 juta WMT (+1.5% yoy/+100.1% qoq). Penjualan sempat turun pada semester I-2020 akibat larangan ekspor mulai menunjukkan pemulihan, seiring penguatan permintaan domestik untuk smelter serta sebagai bahan baku FeNi.

Sedangkan penjualan FeNi, dia mengatakan, diperkirakan bertumbuh moderat ke angka 30,100-34,700 TNi pada FY21-22F, dibandingkan realisasi tahun 2019 sebanyak 26,212 TNo, seiring pasar ekspor masih belum sepenuhnya pulih. Sedangkan penjualan emas perseroan diproyeksikan naik +5.1% yoy untuk 2021 menjadi 22.900 kg, serta menaikkan asumsi harga rata-rata emas untuk tahun 2021-2022 menjadi US$ 2,000-2,100/t oz.

Kemarin, harga saham ANTM ditutup terkoreksi Rp 120 (4,18%) menjadi Rp 2.750 dengan level tertinggi harga ANTM sepanjang tahun ini Rp 3.440

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN