Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indocement

Indocement

Permintaan Semen Turun, Indocement Raih Laba Bersih Rp 470 Miliar

Senin, 10 Agustus 2020 | 19:35 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) akhiri semester pertama dengan membukukan penurunan 11.60% menjadi Rp 6,17 triliun, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni Rp 6,98 triliun. Permintaan pasar domestik nasional yang turun 7,7% dinilai menjadi faktor utama.

Direktur  Indocement Tunggal Prakarsa, Oey Markus menjelaskan, seiring dengan menurunnya permintaan pasar domestik tersebut menyebabkan pangsa pasar perseroan juga turut terkoreksi menjadi 26,0% pada semester pertama di 2020. Namun dari segi geografis yakni di pulau Jawa terutama di Jawa Barat tetap kuat dan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dari 45,1% menjadi 46,2%

“Untuk keseluruhan pulau Jawa pangsa pasar yang dimiliki Indocement meningkat dari 34,2% menjadi 34,8% dan Sumatera dari 11,6% menjadi 12,5%,” jelasnya dalam keterangan resmiyang diterima, Senin (10/8).

Perseroan juga berhasil menekan sejumlah beban, salah satunya pada segmen beban pokok pendapatan yang menurun 11.36% atau setara dengan Rp 4,29 triliun. Padahal sebelumnya perseroan menanggung beban pokok sebanyak Rp 4,84 triliun. Sehingga pada akhir Juni 2020 perseroan memperoleh laba bruto sebanyak Rp 1,87 triliun.

“Sebagai dampak dari penurunan volume penjualan disertai dengan harga batu bara yang lebih rendah dan upaya efisiensi berkelanjutan pada biaya produksi seperti penggunaan batu bara dengan nilai kalori lebih rendah dan peningkatan bahan bakar alternatif,” kata dia.

Hal yang sama juga terjadi pada beban usaha yang terkoreksi 5.81% menjadi Rp 1,46 triliun dari Rp 1,55 triliun di akhir Juni 2019. Selain itu perseroan juga mendapatkan pemasukan tambahan yang berasal dari pendapatan operasi sebanyak Rp 41,22 miliar. Kendati demikian beban operasi lain naik hingga Rp 78,06 miliar, sebelumnya Rp 19,68 miliar.

“Meskipun begitu setelah dikurangi pajak, laba bersih periode berjalan pada Semester Pertama 2020 menurun 26,56% menjadi Rp470,02 miliar, usai membukukan laba sebanyak Rp640,02 miliar pada semester pertama 2019 lalu,” papar dia.

Sementara itu total aset yang perseroan pada akhir Juni 2020 tercatat berjumlah Rp 27,03 triliun yang terdiri atas aset lancar sejumlah Rp 12,29 triliun dan aset tidak lancar yakni Rp 14,74 triliun. Sedangkan pada total liabilitas sebesar Rp 3,49 triliun.

Proyeksi 2020

Meski dalam ketidakpastian akibat pandemi, Oey Marcos tetap optimistis pada tahun ini pada kenaikan permintaan semen yang lebih tinggi pada semester 2 mendatang, seiring dengan relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan fokus pemerintah dalam menggenjot infrastruktur.

Perseroan juga melakukan berbagai upaya pengurangan biaya seperti peningkatan penggunaan batubara dengan nilai kalori lebih rendah dan harga yang lebih murah, peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif, dan efisiensi biaya tetap.
“Ke depannya kami akan lebih fokus untuk mendistribusikan semen di pasar utama dan juga memaksimalkan volume output dari semua terminal semen yang perseroan miliki. Kami juga akan fokus untuk meningkatkan volume ekspor baik klinker maupun semen putih,” pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN