Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Jokowi pada acara United Overseas Bank (UOB) Economic Outlook 2023 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Presiden Jokowi pada acara United Overseas Bank (UOB) Economic Outlook 2023 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Pernyataan Jokowi Soal Ketahanan Ekonomi RI Mampu Buat Rupiah Ditutup Menguat Tajam

Jumat, 30 September 2022 | 15:18 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Meski saat ini dunia berada pada ketidakpastian yang tinggi karena berbagai masalah yang menimpanya, mulai dari pandemi yang belum usai hingga perang di Ukraina yang diperkirakan akan berlangsung panjang, namun rupiah bisa bertahan di zona hijau pada perdagangan jelang akhir pekan ini.

Terkait situasi tersebut, Presiden Jokowi pun mengingatkan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani untuk berhati-hati dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Presiden meminta agar APBN digunakan untuk hal yang produktif dan memberikan imbal hasil yang jelas.

Baca juga: Mau Tukar Rupiah Buat Akhir Pekan, Yuk Cek Kursnya di Bank dan Money Changer 

Selain itu, saat ini semua negara juga tengah menyelesaikan masalah inflasi yang menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa. Kepala Negara memandang bahwa inflasi Indonesia sendiri masih cukup terkendali di angka 4,6 persen yang dinilainya masih lebih baik dibandingkan negara-negara lain.

Menurut Presiden, terkendalinya inflasi tersebut antara lain disebabkan oleh keharmonisan hubungan antara otoritas pemegang fiskal (Menteri Keuangan) dengan bank sentral (Bank Indonesia) yang berjalan beriringan, rukun, dan sinkron.

Baca juga: Meski Dibuka Menguat, Rupiah Jelang Akhir Pekan Diprediksi Melemah Tipis

Kemudian Bank Indonesia dalam tahun ini, kemungkinan akan menaikan suku bunga acuan sebesar 5 persen. Masih ada 75 bps lagi suku bunga yang masih dalam rencana. Oleh karena itu, BI dalam menaikan suku bunga acuan harus mengikuti ekspektasi para analis agar pasar bisa merespon dengan positif.

Baca juga: Tingkatkan Referensi Suku Bunga Rupiah, NWGBR Terbitkan Panduan Penggunaan IndONIA

“Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi Effect) membuat pasar kembali tenang dan ini dimanfaatkan oleh para spekulan untuk menjual dolar sehingga rupiah di akhir pekan kembali menguat tajam,” kata Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka dalam keterangannya, Jumat (30/9/2022).

Dalam perdagangan akhir pekan, mata uang rupiah ditutup menguat 35 poin walaupun sebelumnya sempat menguat 40 poin dilevel Rp 15.227 dari penutupan sebelumnya di level Rp 15.263.

“Sedangkan untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun ditutup melemah di rentang  Rp 15.210 - Rp 15.270,” sebut Ibrahim.

Baca juga: Rupiah Ditutup Kembali Menguat di Bawah Bayang-bayang Lonjakan Inflasi

Di sisi lain, dolar AS melemah di awal perdagangan pada hari Jumat karena dibantu oleh intervensi Bank of England dan ekspektasi pengetatan agresif oleh Bank Sentral Eropa serta Bank Sentral Amerika.

Dolar AS telah diminati akhir-akhir ini, naik ke level tertinggi 20 tahun, karena pembuat kebijakan Fed menunjukkan kenaikan suku bunga lebih lanjut untuk mengekang inflasi pada level tertinggi dalam sejarah. Namun, ada sedikit celah dalam tekad itu ketika Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengulangi kekhawatiran pada hari Kamis yang dia sampaikan awal pekan ini tentang pengetatan kebijakan yang terlalu banyak dan implikasinya terhadap ekonomi AS.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com