Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek Pertamina. Foto: Humas Pertamina.

Salah satu proyek Pertamina. Foto: Humas Pertamina.

Pertamina 'Tender Offer' Obligasi Global US$ 1 Miliar

Farid Firdaus, Kamis, 13 Februari 2020 | 22:06 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Pertamina menggelar penawaran tender (tender offer) tunai atas senior notes perseroan senilai US$ 1 miliar yang jatuh tempo pada 2021 dengan kupon 5,25%. Perseroan akan melunasi surat utang tersebut dari hasil emisi global bond pada Januari lalu.

Tender offer dimulai pada 13 Februari 2020 dan ditutup pukul 5.00 PM waktu New York pada 20 Februari 2020. Pemegang senior notes 2021 yang menyampaikan persetujuan akan menerima pembayaran tunai dari Pertamina. Pemegang senior notes bakal mengantongi US$ 1.044 untuk setiap pokok utang US$ 1.000, ditambah bunga yang masih harus dibayar Pertamina.

“Tanggal pembayaran akan dilakukan pada 25 Februari 2020 waktu New York, atau tiga hari kerja setelah periode penutupan tender offer,” jelas manajemen Pertamina dalam keterangan resmi, Kamis (13/2).

Aksi tender offer ini telah disesuaikan dengan kondisi perusahaan setelah berhasil menerbitkan global bond baru pada Januari 2020. Berdasarkan catatan Investor Daily, Pertamina sukses menerbikan global bond baru senilai total US$ 1,5 miliar yang terbagi dalam dua seri, yaitu sebanyak US$ 500 juta dengan kupon 5,95% dan bertenor 10 tahun, serta US$ 1 miliar dengan kupon 4,175% dan bertenor 30 tahun.

Adapun Pertamina menunjuk Citigroup Global Markets Inc, Credit Agricole Corporate and Investment Bank, HSBC Ltd, Mandiri Securities Pte Ltd, dan Mizuho Securities Asia Ltd sebagai manajer dealer pada aksi tender offer ini.

Sebelumnya, Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings memberikan peringkat BBB dengan prospek stabil kepada Pertamina untuk usulan penerbitan medium term notes (MTN) dengan total plafon hingga US$ 10 miliar. Peringkat Pertamina ini sama dengan peringkat Republik Indonesia (RI) sebagai pengendali perseroan.

Director APAC Corporates Fitch Ratings Shahim Zubair mengatakan, hasil pemeringkatan kepada Pertamina didasarkan atas hubungan yang kuat antara perseroan dan RI. Global MTN Pertamina dinilai pada tingkat yang sama dengan utang senior Pertamina yang tanpa jaminan. Fitch pun turut memberikan peringkat BBB- untuk Standalone Credit Profile (SCP) Pertamina. “Hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk belanja modal dan keperluan umum perusahaan,” jelas Shahim.

Fitch menilai, likuiditas Pertamina dan akses pendanaan perusahaan berada pada level yang kuat. Pertamina akan mempertahanan posisi yang kuat di pasar obligasi, dan pinjaman bank dengan mempertimbangkan hubungan perseroan dengan RI. Profil utang jatuh tempo Pertamina tersebar, tanpa jatuh tempo yang signifikan hingga 2021.

Refinancing Utang

Aksi Pertamina menyusul sejumlah emiten yang telah selesai melangsungkan penerbitan global bond untuk mendanai pelunasan kembali utang.

Sebut saja, PT Medco Energi Internasional (MEDC) yang menerbitkan global bond US$ 650 juta pada Januari lalu. Medco menggunakan sekitar US$ 400 juta dari hasil penerbitan tersebut untuk membayar senior notes 2022 dengan kupon 8,50%, serta sejumlah utang obligasi rupiah.

Sementara itu, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) juga berhasil menggalang dana segar US$ 350 juta dari penerbitan global bond. Perseroan menyerap dana tersebut untuk membayar seluruh saldo terutang dan fasilitas revolving senilai US$ 300 juta. Perseroan juga membayar sebagian fasilitas revolving senilai US$ 200 juta, yang merupakan revolving loan fund (RLF) tahun 2017.

Tak ketinggalan, aksi penerbitan senior notes PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), melalui Global Prime Capital Pte Ltd senilai US$ 300 juta dengan tingkat bunga 5,95% dan jatuh tempo pada 2025. Sebagian hasil emisi akan digunakan untuk melunasi senior notes 2021.

Pada bagian lain, PT Alam Sutera Tbk (ASRI) tengah merangcang penggalangan dana hingga US$ 185 juta di semester I-2020 untuk keperluan pelusan utang. Demi memuluskan aksi tersebut, perseroan sebelumnya berhasil mengantongi izin permohonan persetujuan (concent solicitation) perubahan atas dua global bond yang telah diterbitkan sebelumnya.

Tercatat, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) juga menghadapi utang jatuh tempo sukuk global senilai US$ 500 juta pada 3 Juni 2020. Perseroan mengkaji kembali penerbitan sukuk global minimal dengan nilai sama untuk melunasi kewajiban tersebut.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN