Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mitra Adiperkasa. Foto: dok.

Mitra Adiperkasa. Foto: dok.

Pertumbuhan Mitra Adiperkasa di Tengah Tantangan Bisnis Ritel

Jumat, 13 Desember 2019 | 11:13 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) diproyeksikan masih bertumbuh di tengah besarnya tantangan bisnis ritel sepanjang tahun depan. Pertumbuhan juga didukung oleh kemampuan perseroan untuk menekan biaya serta mejaga level inventory barang.

Analis Samuel Sekuritas Teuku Al Hafidh At Tirmidzi mengungkapkan, kinerja keuangan Mitra Adiperkasa diperkirakan berlajut hingga beberapa tahun mendatang. Pertumbuhanan didukung atas ekspektasi kenaikan penjualan, kemampuan perseroan untuk menekan biaya, sehingga margin keuntungan bisa terjaga.

Pihaknya juga meyakini bahwa perseroan bisa menjaga angka days in inventory pada level 120 hari tahun 2020, dibandingkan perkiraan tahun ini sekitar 118 hari, dibandingkan dengan pencapaian perseroan hingga September 2019 mencapai 122 hari.

Ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan, menurut dia, dapat dilihat dari keberhasilan perseroan untuk menaikkan margin laba bersih (net profit margin) hingga September 2019 menjadi 5,28%. Alhasil laba bersih perseroan meningkat 38,22%, dibandingkan pertumbuhan pendapatan sebesar 11,44%.

Harapan tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MAPI dengan target harga Rp 1.350 per saham. Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkiraan PE tahun 2020 sekitar 19,1 kali. Target tersebut juga mempertimbangkan perkiraan margin keuntungan bersih (net profit margin) perseroan menjadi sekitar 5,4% tahun 2020 dan kembali naik menuju 5,7% pada 2021.

Target harga tersebut juga telah mempertimbangan peluang kenaikan laba bersih Mitra Adiperkasa menjadi Rp 1,12 triliun pada 2020, dibandingkan perkiraan tahun 2019 senilai Rp 982 miliar dan realisasi tahun 2018 mencapai Rp 735 miliar. Peningkatan tersebut sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan perseroan menjadi Rp 21,79 triliun tahun 2020 dan Rp 20,07 triliun pada 2019, dibandingkan tahun lalu Rp 18,92 triliun.

Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Christine Natasya mengungkapkan, prospek bisnis ritel dipangkas dari overweight menjadi neutral pada 2020. Emiten ritel segmen pasar bawah diperkirakan menghadapi banyak tantangan tahun depan akibat peningkatan iuran kesehatan dan kenaikan harga jual rokok.

Begitu juga dengan peritel menengah atas, menurut dia, juga menghadapi tantangan sejalan dengan penurunan promo maupun cashback e-wallet. Tantangan juga datang dari kenaikan iuran BPJS Kesehatan hingga 100% untuk kelas I mulai Januari 2020 diperkirakan berimbas terhadap penurunan daya beli.

Begitu juga dengan biaya listrik kemungkinan mengalami peningkatan yang berimbas juga terhadap daya beli. Retailer juga, menurut dia, akan menghadapi tantangan persaingan dari ecommerce.

“Namun demikian kami melihat dampak negatif sejumlah factor tersebut hanya berimbas kecil terhadap Mitra Adiperkasa. Karena perseroan memasarkan beragam barang unik yang pesainya hanya bran tertentu dan jarang terlihat dipasarkan di platform e-commerce,” tulisnya dalam riset, belum lama ini.

Hingga kuartal III-2019, perseroan mencetak kenaikan laba bersih sebesar  38,22% menjadi Rp 812 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 588 miliar.

Sedangkan pendapatan bersih perseroan tercatat sebesar Rp 15,40 triliun naik 11,43% dari periode sebelumnya sebesar Rp 13,82 triliun.

Head of Investor Relation Mitra Adiperkasa Fetty Kwartati sebelumnya menuturkan bahwa pencapaian tersebut disebabkan oleh membaiknya kinerja perseroan dari sisi operasional dan juga terpengaruh menguatnya nilai mata uang rupiah.

“Perbaikan margin yang dicapai selama periode sembilan bulan pertama ini dipicu oleh menguatnya nilai mata uang Rupiah, dan membaiknya proses merchandising, analisa data, serta inventory profiling,” tulisnya dalam keterangan resminya.

Sedangkan, penjualan eceran perseroan menjadi Rp 14,14 triliun hingga kuartal III 2019, naik 11,78% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 12,65 triliun. Sedangkan kontribusi pendapatan dari penjualan grosir sebesar Rp 233 miliar naik 15,25% dari sebelumnya sebesar Rp 202 miliar.

Di sisi lain, Mitra Adiperkasa mampu menekan beban keuangan sebesar 64,97% di September 2019 menjadi Rp 162,2 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 463 miliar. Alhasil laba sebelum pajak perseroan meningkat menjadi Rp 1 triliun naik 23,30% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 811 miliar. Adapun total aset perseroan mencapai Rp 13,06 triliun hingga September 2019 naik 3,40% dibanding September tahun lalu sebesar Rp 12,63 triliun.

Total aset perseroan berasal dari aset lancar sebesar Rp 7,43 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp 5,63 triliun. Sedangkan jumlah liabilitas perseroan mencapai Rp 6,01 triliun per September 2019 turun 8,52% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 6,57 triliun.

Sementara itu Fetty menyatakan ke depannya perseroan akan fokus untuk memperkuat pertumbuhan perseroan dengan segmentasi bisnis yang lebih mendetail.

“Untuk proyeksi ke depan, kami optimis namun tetap berhati-hati, dan MAP akan memperkuat fokus pada mesin pertumbuhan utama Perusahaan, yakni melalui konsep specialty stores, F&B dan cosmetics, health & beauty,” ujar Fetty.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN