Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek United Tractors. Foto: ISTIMEWA

Salah satu proyek United Tractors. Foto: ISTIMEWA

Pertumbuhan Seluruh Lini Bisnis United Tractors

Sabtu, 10 April 2021 | 12:02 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Harga batu bara yang diperkirakan stabil dan kondisi cuaca yang diprediksi lebih baik bakal menopang pertumbuhan seluruh lini bisnis PT United Tractors Tbk (UNTR) tahun ini. Begitu juga dengan bisnis penambangan emas perseroan diharapkan mulai pulih tahun ini.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya mengungkapkan, di tengah katalis positif tersebut, pemutusan kontrak penambangan batu bara oleh PT Adaro Energy Tbk (ADRO) terhadap PT Pamapersada Nusantara, anak usaha United Tractors, menjadi tantangan tersendiri. Pemutusan kontrak itu berlaku mulai Agustus 2021. Kontrak penambangan batu bara dari Adaro berkontribusi hingga 8% terhadap total volume penambangan batu bara Pamapersada.

“Meski demikian, volume penambangan batu bara Pamapersada diperkirakan cenderung mendatar pada 2021. Hal itu dipengaruhi oleh harga jual komoditas ini yang diyakini tetap baik, sehingga beberapa pelanggan kemungkinan meningkatkan volume produksi batu bara tahun ini,” tulis Hariyanto dalam risetnya.

Alat berat produk United Tractors. Foto: DEFRIZAL
Alat berat produk United Tractors. Foto: DEFRIZAL

Mengenai realisasi kontrak penambangan batu bara United Tractors per Februari 2021, dia menyebutkan bahwa itu dipengaruhi oleh musim hujan, sehingga volume pengupasan tanah (overburden removal) perseroan mencapai 63,2 juta bcm atau turun 7,5% dibandingkan periode sama tahun lalu. Namun, dibandingkan realisasi per Januari 2021, volume tersebut menunjukkan peningkatan 11,1%.

Adapun volume produksi batu bara perseroan tahun ini ditargetkan mencapai 8,9 juta ton atau meningkat 2,3% dibandingkan tahun lalu, atau tumbuh 8,5% dari Januari 2021.

Realisasi itu sebetulnya masih di bawah ekspektasi Mirae Asset Sekuritas atau baru merefleksikan 14,6% dari target tahun ini dibandingkan rata-rata dalam beberapa tahun terakhir sebesar 15%. Sementara itu, soal volume penjualan alat berat merek Komatsu, Hariyanto menjelaskan bahwa United Tractors telah menjual produk tersebut sebanyak 201 unit pada Februari, sehingga total penjualan Januari-Februari mencapai 416 unit. Pencapaian tersebut setara dengan 22,8% dari target tahun ini.

Di sisi lain, volume penjualan batu bara dan emas menunjukkan peningkatan. Pencapaian hingga Februari tersebut setara dengan 27,4% dan 19,4% dari target tahun 2021.

“Kami memperkirakan bisnis kontraktor penambangan batu bara perseroan akan kembali pulih, terhitung bulan ini setelah kondisi cuaca diperkirakan membaik,” sebut dia.

Harga saham UNTR satu dekade terakhir, porspek saham UNTR, dan kinerja keuangan UnitedTractors.
Harga saham UNTR satu dekade terakhir, porspek saham UNTR, dan kinerja keuangan UnitedTractors.

Berbagai faktor tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham UNTR dengan target harga Rp 26.800. Target harga tersebut mempertimbangkan asumsi bahwa kinerja operasional perseroan kembali pulih didukung kondisi cuaca. Target harga tersebut juga mempertimbangkan kinerja keuangan perseroan yang diharapkan mulai pulih pada kuartal I tahun ini.

Adapun perkiraan PE tahun 2021 sekitar 12,8 kali. Laba bersih United Tractors tahun ini diproyeksi naik menjadi Rp 7,78 triliun dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 6 triliun. Pendapatan perseroan juga diharapkan meningkat menjadi Rp 69 triliun dibandingkan pencapaian tahun 2020 senilai Rp 60,34 triliun.

Melampaui Harapan

Di lain pihak, analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan, volume penjualan alat berat merek Komatsu oleh United Tractors mencapai 416 unit pada Januari-Februari 2021 atau turun 10,9% dari realisasi periode sama tahun lalu.

“Pencapaian tersebut telah melampaui harapan BRI Danareksa Sekuritas atau setara dengan 23% dari target tahun ini. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa manajemen perseroan akan merevisi naik volume penjualan alat berat tahun ini, apabila harga komoditas batu  bara tetap stabil hingga kuartal II-2021,” tulis Stefanus dalam risetnya.

United Tractors. Foto: dok
United Tractors. Foto: dok

Mengenai pemutusan kontrak penambangan batu bara oleh Adaro terhadap Pamapersada, dia menjelaskan bahwa kemungkinan tidak berdampak besar bagi perseroan tahun ini, meskipun proyek dari Adaro menyumbang hingga 8% dari total produksi Pamapersada pada 2020.

Manajemen United Tractors tetap optimistis bahwa volume produksi kontraktor batu bara tahun ini akan stabil atau hampir sama dengan realisasi tahun lalu. Perseroan terbantu atas stabilnya harga jual batu bara yang bisa berdampak pada upaya penambang batu bara dalam meningkatkan volume produksi hingga beberapa bulan mendatang.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham UNTR dengan target harga Rp 31.000 Target harga tersebut mempertimbangkan harga jual batu bara yang akan tetap kuat dan berdampak pada peningkatan volume penjualan alat berat, penurunan diskon penambangan batu bara, dan kenaikan volume penambangan batu bara tahun ini.

Target harga tersebut juga merepresentasikan proyeksi kenaikan laba bersih perseroan tahun ini menjadi Rp 9,22 triliun dibandingkan tahun lalu Rp 6 triliun. Pendapatan perseroan tahun ini juga diharapkan meningkat menjadi Rp 71,19 triliun dibandingkan 2020 yang sebesar Rp 60,34 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN