Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bisnis.

Ilustrasi bisnis.

Perusahaan Afiliasi Grup Saratoga Tuntaskan IPO US$ 230 Juta

Minggu, 17 Januari 2021 | 23:22 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Provident Acquisition Corp, special purpose acquisition company (SPAC) yang terafiliasi dengan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), menyelesaikan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dan tercatat di Nasdaq, Amerika Serikat (AS). SPAC atau blank check company ini meraih dana segar US$ 230 juta dari IPO tersebut.

Provident Acquisition melepas 23 juta unit dengan harga US$ 10 per unit. Jumlah ini termasuk 3 juta unit yang dijual dari porsi penjatahan berlebih penjamin emisi (underwriter). Unit-unit tersebut mulai diperdagangkan dengan kode PAQCU di Nasdaq pada 8 Januari 2021. Pihak yang bertindak sebagai sole bookrunner adalah Citigroup Global Markets Inc.

Setiap satu unit yang ditawarkan dalam IPO itu berisi satu saham kelas A dan satu setengah waran yang dapat dikonversi. Setiap waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham kelas A dengan harga US$ 11,5 per saham. Nantinya, saham kelas A dan waran perseroan akan dicatatkan masing-masing dengan kode PAQC dan PAQCW.

IPO ini tercatat melibatkan sejumlah anchor investor, antara lain WF Asian Reconnaissance Fund Ltd (Ward Ferry), PT Nugraha Eka Kencana yang merupakan anak usaha Saratoga Investama, dan Aventis Star Investment Ltd yang terafiliasi dengan Provident Group.

Direktur Investasi Saratoga Investama Sedaya Devin Wirawan mengatakan, pihaknya berpartisipasi dalam IPO Provident Acquisition karena yakin akan kemampuan manajemen sebagai SPAC dalam mengindentifikasi dan mengakuisisi perusahaan yang menjadi target.

“Ini pertama kalinya Saratoga berpartisipasi dalam IPO SPAC,” kata Devin kepada Investor Daily, Minggu (17/1). Tahun ini, menurut dia, perseroan mengalokasikan anggaran investasi sekitar US$ 50-100 juta untuk dikucurkan kepada perusahaan-perusahaan potensial.

Sementara itu, dalam prospektus Provident Acquisition disebutkan, Nugraha Eka Kencana memiliki komitmen menyerap 1 juta saham kelas A, ditambah 500 ribu waran. Nilai komitmen tersebut setara US$ 10 juta. Selanjutnya, Aventis Star bersedia menyerap 2 juta saham kelas A, ditambah 1 juta waran. Nilai komitmen Avantis setara US$ 20 juta. Adapun Ward Ferry membeli hingga 2,5 juta saham kelas A ditambah 1,25 juta waran dengan nilai US$ 25 juta.

Target Akuisisi

Sebagai SPAC atau 'blank check company' yang didirikan berdasarkan hukum Cayman Islands, Provident Acquisition bertujuan untuk melakukan merger, pertukaran saham, akuisisi aset, pembelian saham, dan reorganisasi bisnis. Dalam prospektusnya, manajemen Provident Acquisition menyatakan belum menargetkan secara spesifik perusahaan yang akan diakuisisi maupun dimerger.

“Namun, kami fokus pada perusahaan di sektor barang konsumsi yang memiliki operasi prospektif di Asia, dengan fokus khusus pada sektor teknologi di Asia Tenggara,” jelas manajemen Provident Acquisition.

Perseroan optimistis bisa mengidentifikasi prospek menjanjikan di Asia lantaran memiliki tim manajemen yang berpengalaman. Sebagai informasi, sponsor perseroan, Provident Acquisition Holdings juga terafiliasi dengan Provident Growth dan Provident Capital.

Grup Provident tersebut telah berinvestasi pada 13 perusahaan teknologi dan sejumlah emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Para perusahaan tersebut termasuk Gojek, Gopay, Traveloka, JD.id, Pomelo, JD Central, Advance.AI, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Winato Kartono menduduki jabatan executive chairman Provident Acquisition, yang sekaligus founder Provident Group. Winato juga tercatat sebagai komisaris Gojek dan Tower Bersama. Winato adalah sosok di balik suksesnya investasi PT Provident Capital Indonesia dan Provident Growth.

Selanjutnya, Michael Aw menjabat sebagai CEO dan CFO Provident Acquisition. Michael sebelumnya terlibat dalam Provident Growth dan sekarang menjadi dewan pengamat Traveloka dan menjadi direktur Pomelo. Tim manajemen Provident Acquisition turut diperkuat oleh Andre Hoffman yang menjabat sebagai presiden direktur. Andre masih menjabat sebagai wakil komisaris L’Occitaine Group sejak 2016.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN