Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bali United. Foto: PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA)

Bali United. Foto: PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA)

Perusahaan Asuransi Grup Salim Borong Saham Bali United

Farid Firdaus, Senin, 12 Agustus 2019 | 11:00 WIB

JAKARTA, investor.id – Dua perusahaan asuransi milik Grup Salim memborong 13,9% saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) dari PT Bali Peraga Bola. Pembelian saham pengelola klub sepak bola Bali United tersebut dilakukan oleh PT Asuransi Central Asia sebanyak 8,33% dan PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya sebesar 5,61%.

Hal tersebut terungkap dalam laporan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terkait kepemilikan saham emiten di atas 5%. Data teranyar ini sekaligus menjawab pemberitaan Investor Daily pekan lalu terkait penjualan 13,9% saham Bali United yang dilakukan secara bertahap oleh PT Bali Peraga Bola sejak Juni-Juli 2019.

Tercatat, transaksi penjualan oleh Bali Peraga terjadi sebanyak tiga kali. Pertama, perseroan melepas 170 juta saham di harga Rp 300 per saham pada 24 Juni, yang membuat kepemilikannya pada Bali United terdilusi menjadi 13,83% dari 16,67%.

Kemudian, pada 22 Juli, Bali Peraga melepas 333 juta saham Bali United pada harga Rp 300 per saham. Alhasil, kepemilikan perseroan berkurang menjadi 8,28%. Pihak yang menjadi pembeli dalam dua transaksi ini adalah Asuransi Central Asia.

Terakhir, Bali Peraga melakukan divestasi 330 juta saham pada harga Rp 300 per saham pada 29 Juli 2019 kepada Asuransi Jiwa Central Asia Raya. Dari jumlah itu, sebanyak 103,3 juta saham ditempatkan pada portofolio produk unitlink Carlink Promixed. Transaksi inilah yang membuat kepemilikan Bali Peraga tersisa hanya 2,73%. Jika dihitung, Bali Peraga mengantongi dana segar senilai Rp 249,9 miliar dari hasil tiga kali transaksi penjualan saham Bali United.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari Asuransi Central Asia serta Asuransi Jiwa Central Asia Raya terkait alasannya berinvestasi di saham klub sepak bola yang berbasis di Gianyar, Bali tersebut. Direktur Asuransi Central Asia Debby Wijaya tidak menjawab telepon dan pesan singkat Investor Daily.

Sebagai informasi, dalam laporan tahunan 2018 Asuransi Central Asia, taipan Anthoni Salim menjadi komisaris utama sekaligus pemilik 33% saham pada perusahaan yang berdiri sejak 29 Agustus 1956 tersebut. Anthoni Salim juga menjadi komisaris utama di Asuransi Jiwa Central Asia Raya. Perusahaan yang berdiri sejak 30 April 1975 ini juga menempatkan orang kepercayaan Grup Salim, yakni Phiong Philipus Darma di dewan komisaris.

Data per Juni 2019 menunjukkan, jumlah pemegang saham Bali United mencapai 19 pihak, baik individu maupun kelompok usaha, termasuk masyarakat yang menguasai 32,99%. Dengan menipisnya saham Bali Peraga, maka saat ini kepemilikan terbanyak saham Bali United yang tercatat adalah Pieter Tanuri sebesar 13,57%.

Indolife Pensiontama

Keberadaan unit bisnis Grup Salim dalam daftar pemegang saham Bali United tak muncul pada tahun ini saja. Berdasarkan laporan keuangan Bali United, PT Indolife Pensiontama sempat menggenggam 6,67% saham per 31 Desember 2018 atau sebelum Bali United go public.

Per Juni 2019, Indolife Pensiontama mendekap 4,44% saham Bali United dan bertambah menjadi 5,39% pada 7 Agustus 2019. Komisaris Utama perusahaan yang berkantor di Wisma Indocement Jakarta ini adalah Phiong Philipus Darma.

Sementara itu, apabila ditelisik dalam laporan keuangan, Bali United memiliki piutang usaha dari dua perusahaan yang dipimpin Anthoni Salim. Per Juni 2019, piutang PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebanyak Rp 4,81 miliar, dan piutang PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) senilai Rp 4,18 miliar. Bahkan, Bali United juga memiliki fasilitas pembiayaan dari PT Indomobil Finance Indonesia sebesar Rp 5,29 miliar.

Hingga semester I-2019, Bali United mengantongi pendapatan sebesar Rp 72,64 miliar, melonjak 40,53% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 51,69 miliar. Sedangkan laba bersih perseroan mencapai Rp 6,87 miliar, turun tipis dari semester I-2018 yang sebesar Rp 6,96 miliar.

Per Juni 2019, total aset Bali United meningkat drastis 241% menjadi Rp 500,48 miliar dibandingkan posisi per 30 Desember 2018 yang sebanyak Rp 146,76 miliar. Kenaikan ini dipicu oleh posisi kas dan setara kas perseroan yang melonjak menjadi Rp 306,31 miliar dari hanya Rp 6,25 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA