Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Utama  PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman dalam Pembukaan Perdagangan dalam rangka 45 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman dalam Pembukaan Perdagangan dalam rangka 45 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia "Menuju Ekonomi Tangguh, Stabil, dan Berkelanjutan", Rabu (10/8/2022).

Perusahaan Sekuritas Berbondong-Bondong Ajukan Izin Waran Terstruktur

Rabu, 10 Agustus 2022 | 13:41 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyatakan, saat ini sudah ada beberapa perusahaan sekuritas yang mengajukan izin untuk produk investasi structured warrant atau waran terstruktur. Waran terstruktur dinilai dapat memberi banyak keuntungan untuk investor, khususnya investor yang ingin melakukan diversifikasi portofolio.

“Saat ini ada beberapa perusahaan sekuritas yang sudah mengajukan izin. Kita harapkan launching pertama 25 September akan ada 1 perusahaan sekuritas yang akan launch. Kita sedang diskusi terus dengan mereka dan akan diikuti oleh perusahaan lainnya,” katanya dalam Pembukaan Perdagangan dalam rangka 45 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia “Menuju Ekonomi Tangguh, Stabil, dan Berkelanjutan”, Rabu (10/8/2022).

Waran terstruktur kata Iman, akan menjadi breakthrough bagi pasar modal Indonesia, hal itu mengingat di bursa regional waran terstruktur punya kontribusi 10%-20% dari jumlah trading.

Baca juga: Direspons Positif Investor, Waran Terstruktur Bisa Jadi Opsi Strategi Investasi

Dengan waran terstruktur, menurutnya investor dengan jumlah nominal yang lebih kecil bisa memiliki kepemilikan di suatu saham. Dengan demikian, saham tersebut menjadi lebih likuid. Adapun, saham-saham yang masuk waran terstruktur merupakan emiten yang masuk di kategori Indeks LQ45. Indeks LQ45 adalah indeks pasar saham di Bursa Efek Indonesia yang terdiri dari 45 perusahaan yang memenuhi kriteria tertentu, yaitu termasuk dalam 60 perusahaan teratas dengan kapitalisasi pasar tertinggi dalam 12 bulan terakhir.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi merilis aturan baru berkaitan dengan penerbitan waran terstruktur. Waran adalah produk turunan pasar modal yang diberikan cuma-cuma kepada investor sebagai sweetener alias pemanis investor saham.

Aturan yang dimaksud yakni Peraturan OJK (POJK) Nomor 8/POJK.04/2021 tentang Waran Terstruktur yang sudah berlaku pada 19 Maret lalu.

Baca juga: BEI Berharap Waran Terstruktur Jadi Produk Andalan dalam Tiga Tahun ke Depan

Dalam aturan ini, dijelaskan waran terstruktur adalah efek yang diterbitkan oleh penerbit yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli atau menjual underlying waran terstruktur pada harga dan waktu tertentu.

OJK, dalam aturan ini menyatakan, alasan di balik penerbitan aturan soal waran terstruktur. "Pada dasarnya ini dilatarbelakangi adanya upaya dalam mewujudkan industri pasar podal sebagai penggerak perekonomian nasional yang tangguh dan berdaya saing global melalui program pendalaman pasar dalam building block yang terdiri dari program infrastruktur sistem teknologi informasi dan pengaturan yang mendorong peningkatan basis investor domestik (demand side)," tulis OJK.

Selain itu, penerbitan ini juga dengan alasan upaya penyediaan berbagai produk (supply side). "Peraturan OJK tentang waran terstruktur akan mengatur waran terstruktur sebagai produk pasar modal yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pendalaman pasar serta diversifikasi instrumen investasi dan hedging di pasar modal," tulis OJK.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com