Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menara Telekomunikasi

Menara Telekomunikasi

Peta Perusahaan Menara Berubah Usai Mitratel Akuisisi 6.050 Menara Telkomsel

Senin, 19 Oktober 2020 | 12:58 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Keputusan PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) membeli sebanyak 6.050 menara telekomunikasi PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) senilai Rp 10,3 triliun akan menjadikan perseroan sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia. Akuisisi tersebut juga akan mengubah dinamika dan peta industri telekomunikasi nasional. Akusisi tersebut juga bakal mendongkrak kinerja keuangan Mitratel ke depan.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis mengatakan, akuisisi 6.050 menara telekomunikasi Telkomsel tersebut berpotensi mengubah peta dan dinamika perusahaan menara diIndonesia. “Akuisisi tersebut akan melambungkan jumlah menara telekomunikasi Mitratel menjadi 22.140 menara atau unggul 870 menara, dibandingkan Sarana Menara dan lebih banyak 6,248 menara dibandingkan Tower Bersama,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

BRI Danareksa Sekuritas juga menilai bahwa pelepasa menara telekomunikasi ini tidak berimbas besar bagi Telkom, karena Mitratel merupakan anak perusahaan dengan kepemilikan mencapai 100% saham. Sedangkan dari sisi harga jual, transaksi itu memang lebih mahal dilihat dari aspek rasio penyewaan (tenant ratio) sekitar 1,68 kali, dibandingkan transaksi pelepasan menara telekomunikasi PT Indosat Ooredo Tbk (ISAT) tahun lalu.

Hanya saja, ungkap dia, harga tersebut masih masuk akal didukung lokasi lokasi menara yang strategis. Sebaimana diketahui Telkomsel merupakan pemain telekomunikasi yang terlama dan memiliki banyak menara di lokasi strategis, sehingga tingkat penyewaan menara tersebut diharapkan cepat meningkat setelah diakuisisi.

Sebelumnya, Mitratel telah mengumumkan untuk membeli 6.050 menara dari PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) senilai Rp 10,3 triliun. Dengan pembelian menara ini, jumlah menara Mitratel bertambah menjadi 22 ribu menara.

Vice President Investor Relations Telkom Andi Setiawan mengatakan, jual beli menara dilakukan pada 14 Oktober 2020 dengan penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat (Conditional Sale and Purchasement Agreement/CSPA).

"Dengan pembelian menara ini akan memperkuat fundamental bisnis dan memberikan nilai tambah, sekaligus merealisasikan rencana jangka panjang Mitratel," ujar dia dalam keterbukaan informasi pada Jumat, (16/10).

Ke depan, Telkomsel akan fokus bisnis utamanya sebagai perusahaan telekomunikasi digital. Hal ini dilakukan dengan membangun ekosistem digital dan memberikan pengalaman digital connectivity terbaik bagi pelanggannya.

Andy sebelumnya mengatakan, pembelian menara telekomunikasi ini merupakan bagian dari strategi untuk memperbesar kapasitas Mitratel. Setelah kapasitas Mitratel memadai, Telkom akan melaksanakan unlock dalam bentuk penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) atau aksi korporasi lain.

Dia menyebutkan, saat ini, Telkom memiliki 34.025 menara yang terdiri dari 18.000 menara milik Telkomsel dan 16.025 menara milik Mitratel. Dengan jumlah menara tersebut, Mitratel menjadi penyedia menara terbesar kedua saat ini.

Pada tahap pertama, Telkom akan mengkonsolidasikan sekitar 5.000-6.000 menara milik Telkomsel ke Mitratel. Konsolidasi ini akan dilakukan sehingga Mitratel bisa menjadi penyedia menara terbesar di Indonesia.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN