Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Petrosea Bidik Kenaikan Pendapatan 10%

Selasa, 25 April 2017 | 13:41 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA - PT Petrosea Tbk (PTRO) menargetkan peningkatan pendapatan sebesar 10% tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu mencapai US$ 209,37 juta.


Direktur Keuangan Petrosea Mochamad Kurnia Ariawan mengatakan, peningkatan pendapatan didukung atas ekspektasi membaiknya bisnis kontraktor pertambangan batubara tahun ini, seiring dengan penguatan harga jual.


Kami optimistis terhadap pertumbuhan pendapatan lebih baik tahun ini. Bahkan, tahun lalu saja kami masih bisa raih pertumbuhan pendapatan sektiar 1,2%, mesi permintaan kontraktor pertambangan batubara belum membaik,” ujarnya di Jakarta, pekan lalu.


Sementara itu, Presiden Direktur Petrosea Hanifa Indradjaya mengatakan, perseroan diproyeksikan mulai mencetak kinerja keuangn positif mulai kuartal I-2017. Kinerja tersebut diharapkan berlanjut hingga akhir tahun, seiring dengan pulihnya harga jual batubara.


"Kami masih melihat peluang kenaikan harga jual batubara, jika harga jual berada pada level US$ 70-80 per ton masih bertahan, permintaan jasa kontraktor pertambangan akan meningkat ke depa. Hal ini diharapkan berdmapak positif bagi perseroan," paparnya.

Selain didukung tren peningkatan kinerja bisnis pertambangan batubara, dia mengatakan, anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) ini akan menjalankan strategi efektivitas aset guna mengejar pertumbuhan kinerja. Perseroan juga akan melanjutkan efisiensi biaya dan menurunkan belanja modal.


Tahun lalu, kontribusi lini bisnis kontrak pertambangan turun 28% menjadi US$ 114,33 juta dibandingkan pada 2015 senilai US$ 146,35 juta. Sedangkan lini bisnis rekayasa dan manajemen konstruksi menunjukkan peningkatan pendapatan sebesar 162,33% dari US$ 26,73 juta menjadi US$ 70,12 juta," imbuhnya. (c01)


Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN