Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Petrosea Incar Pinjaman Bank US$ 30 Juta

Rabu, 18 April 2018 | 08:52 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA – PT Petrosea Tbk (PTRO) mengincar pinjaman perbankan senilai US$ 30 juta tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi sebagian anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2018 dan 2019.

 

Direktur Keuangan Petrosea Romy Novan Indrawan mengatakan, perseroan memang telah menandatangani perjanjian kredit dengan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sekitar US$ 75 juta. Namun dana tersebut dinilai masih kurang, sehingga perseroan melanjutkan penjajakan tambahan pinjaman.

 

“Kami masih mengincar tambahan pinjaman perbankan US$ 30 juta. Selain digunakan tahun ini, dana tersebut akan manfaatkan untuk mendukung ekspansi tahun depan,” ujar Romy di Jakarta, Senin (16/4).

 

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal senilai US$ 112 juta atau meningkat sekitar 43,8% dari anggaran tahun 2017 mencapai US$ 78,3 juta. Sebesar 40% dana belanja modal tahun ini akan diambil dari kas internal. Sisanya diambil dari pendanaan eksternal.

 

Menilik laporan keuangan Petrosea, pada akhir 2017 anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) ini memiliki total kas dan setara kas US$ 57,49 juta.

 

Selanjutnya, dalam materi paparan publik, perseroan memaparkan bahwa telah meraih pembiayaan US$ 7,5 juta dari PT Mitsubishi UFJ Lease & Finance Indonesia (MUFJ) pada Agustus 2017.

 

Tahun lalu, perseroan juga menandatangani perubahan perjanjian penambahan fasilitas kredt dengan Citibank untuk batas plafon US$ 30 juta.

 

Kemudian, pada 29 Desember 2017 perseroan dan Bank Mandiri menandatangani persetujuan perpanjangan dan penambahan non-cash loan US$ 50 juta untuk penerbitan bank garansi dan treasury line US$ 15 juta. Serta pada periode sama, kedua pihak menyepakati penambahan fasilitas kredit investasi US$ 75 juta.

 

Romy mengatakan, perseroan sudah menyerap pendanaan dari MUFJ dan Citibank. “Sementara untuk Bank Mandiri, perseroan baru menggunakan sebagain dana,” ungkap Romy.

 

Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) kemarin, Petrosea mendapat restu atas pembagian dividen dengan rasio 54,68% dari laba bersih tahun 2017 senilai US$ 8,23 juta. Presiden Direktur Petrosea Hanifa Indradjaya, total dividen yang dibagikan setara dengan US$ 4,5 juta.

 

Tahun ini, dia menambahkan, perseroan tetap fokus menerapkan efisiensi biaya di seluruhlokasi operasional, dan melanjutkan diversifikasi usaha.

 

“Selain itu, kami berkomitmen meningkatkan kompetensi sumber daya alam manusia (SDM) untuk menunjang peningkatan bisnis,” jelas Hanifa.

 

Romy mengungkapkan, perseroan telah mengantungi nilai kontrak sekitar 98% dari target kuartal I-2018. Adapun, secara nominal kontrak di tangan Petrosea mencapai US$ 1,01 miliar pada kuartal I lalu.

 

Tahun ini, perseroan akan berupaya meraih kenaikan kinerja dan memastikan peningkatan kinerja yang berkelanjutan. “Adapun, sampai kuartal I-2018 kami sudah membukukan pendapatan US$ 10,1 juta dan laba bersih kisaran US$ 1,5 juta,” ungkap Romy. (dka)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN