Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petrosea

Petrosea

Petrosea Raih Kontrak Penyediaan Layanan Logistik

Rabu, 24 Maret 2021 | 12:11 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, Investor.id – PT Petrosea Tbk (PTRO) menandatangani perjanjian penyediaan layanan jasa logistik dengan PT Pusat Sarana Baruna (PSB). Perjanjian ini yang diteken pada 22 Maret 2021 tersebut diyakini dapat mendongkrak kinerja perseroan tahun ini.

Direktur Petrosea Meinar Kusumastuti mengatakan, perseroan dan PSB adalah perusahaan terafiliasi dengan pemilik penerima manfaat yang sama. Perjanjian ini terkait dengan penyediaan layanan jasa logistik untuk kepentingan perseroan di wilayah Balikpapan yang berlokasi di Interport Business Park dengan tujuan untuk membangun sinergi yang kuat antar perusahaan afiliasi. Di mana, jangka waktu perjanjian adalah 12 bulan.

“Perjanjian ini akan berdampak positif pada keberlangsungan usaha perseroan dan meningkatkan sinergi antara perusahaan,” katanya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/3).

Emiten yang bergerak di bidang konstruksi, jasa pertambangan, dan penggalian, pengangkutan dan pergudangan, serta ketenagakerjaan ini pun menyediakan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar US$ 100 juta pada tahun ini. Di mana, mayoritas penggunaan capex Petrosea untuk menopang proyek jasa pertambangan di Kideco Jaya Agung, termasuk di dalamnya untuk mempertahankan volume produksi di tambang tersebut.

Selain itu, anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) ini akan menggunakan dana belanja modalnya untuk lini bisnis engineering, procurement, & construction (EPC). Perseroan juga mengalokasikan belanja modal di tahun depan untuk ekstensifikasi bisnis, dalam hal ini memperkuat digitalisasi di segala lini bisnis perusahaan.

Soal kinerja, akhir tahun lalu, perseroan telah mengalami perbaikan dari sisi kinerja operasional. Hal itu pun diyakini akan berlanjut hingga 2021 seiring dengan tren kenaikan harga batu bara. Harga batubara termal ICE Newcastle diketahui memang menyentuh rekor tertinggi barunya untuk tahun 2021 ini. Harga kontrak si batu hitam yang ramai ditransaksikan di bursa berjangka tersebut naik 4,22% di akhir perdagangan minggu lalu.

Dalam sepekan harga batu bara termal acuan global tersebut melesat 6,89% dan ditutup di US$ 93,8 per ton. Ini merupakan harga tertinggi dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Terakhir harga batu bara menyentuh level tersebut pada 8 Maret 2019.

Manajemen sebelumnya menargetkan pertumbuhan 20% terhadap volume pengelupasan tanah atau overburden removal pada 2021. Hingga kuartal III-2020, Petrosea mencatatkan volume OB sebesar 68,8 juta bcm dan volume produksi sebesar 19,1 juta ton batu bara. Selain itu, tren pertumbuhan akan berlanjut, seiring beberapa strategi yang dijalankan PTRO, seperti melakukan intensifikasi kegiatan pada kontrak yang sudah ada maupun menambah kontrak baru.

Sebagai informasi, pendapatan Petrosea anjlok 34,01% (yoy) menjadi US$ 249,93 juta per kuartal III-2020. Mayoritas pendapatan perseroan saat itu berasal dari bisnis pertambangan senilai US$ 151,73 juta. Kemudian disusul oleh pendapatan dari jasa sebesar US$ 47,30 juta, pendapatan rekayasa dan konstruksi sebesar US$ 46,53 juta, dan pendapatan lain-lain sebesar US$ 4,37 juta. Selain itu, laba bersih juga ikut turun 36,1% (yoy) menjadi US$ 13,16 juta per akhir kuartal III-2020.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN