Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petrosea

Petrosea

Petrosea Siapkan Capex US$ 175 Juta

Rabu, 24 April 2019 | 16:16 WIB
C01

JAKARTA – PT Petrosea Tbk (PTRO) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 175 juta tahun ini atau naik 68% dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar US$ 104,16 juta. Mayoritas capex akan digunakan untuk pengadaan alat kontrak pertambangan.

Direktur Keuangan Petrosea Romi Novan Indrawan mengatakan, sebanyak US$ 100 juta dari total capex akan diserap untuk membeli delapan eskavator, yang setiap satu eskavator akan didukung oleh tujuh hingga sepuluh truk angkut. Selanjutnya, sebanyak US$ 30 juta untuk perbaikan alat dan sekitar US$ 45 juta untuk keperluan komponen alat berat.

“Sumber capex akan berasal dari kas internal dan pinjaman bank. Perseroan sudah memiliki komitmen pinjaman sebanyak US$ 60 juta dari Bank Mandiri dan Citibank,” jelas Romi, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, baru-baru ini.

Dia menegaskan, kenaikan capex diperkirakan akan diiring dengan peningkatan kinerja operasional. Tahun ini, perseroan menargetkan pemindahan lapisan tanah penutup (overburden) hingga 137 juta bank cubic meter (BCM) naik dari realisasi tahun lalu 121,19 juta BCM.

Sementara, target produksi batu bara dipatok sekitar 38 juta ton sepanjang tahun ini. Mayoritas produksi batu bara dan overburden akan berasal dari PT Kideco Jaya Agung dan Binuang Mitra Bersama Blok Dua.

Sementara itu, Presiden Direktur Petrosea Hanifa Indradjaya mengatakan, perseroan mengantongi nilai kontrak di tangan (backlog) sebanyak US$ 919,6 juta hingga akhir tahun lalu. Target kontrak baru perseroan tahun ini rasionya sekitar 40% dari nilai backlog tersebut.

Sebagai informasi, tahun lalu perseroan mengantongi sejumlah kontrak penting, seperti kontrak Leeve Construction jangka waktu 40 bulan senilai US$ 111,7 juta dari PT Freeport Indonesia. Selain itu, ada juga kontrak amandemen jangka waktu tiga tahun dengan estimasi nilai kontrak Rp 5,3 triliun dari PT Indonesia Pratama.

“Tahun ini, kami berharap kinerja keuangan berlanjut positif. Pencapaian tahun lalu itu sebenarnya di luar ekspektasi kami. Strategi tahun ini setiap dolar dari capex yang kami keluarkan harus mencapai tingkat pengembalian yang kami harapkan,” jelas dia

Menurut Hanifa, hal tersebut mulai terlihat pada kinerja kuartal I-2019. Meskipun perseroan belum dapat mengungkapkan secara rinci kenaikan yang dialami dibanding periode sama tahun lalu.

Tahun lalu, perseroan membukukan laba bersih sebesar US$ 22,96 juta atau melampaui ekspektasi yang dipatok US$ 17 juta. Laba bersih tersebut melesat 97% dibandingkan dengan realisasi laba bersih tahun sebelumnya US$ 11,63 juta. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang dengan pendapatan yang juga naik tahun lalu.

Pendapatan Petrosea menembus US$ 465,74 juta pada tahun 2018, naik dari tahun sebelumnya US$ 313,47 juta. Pendapatan terbesar perseroan berasal dari bisnis penambangan yakni US$ 264,52 juta, naik dari sebelumnya US$ 171,27 juta.

Perseroan, lanjut Hanifa, juga berupaya mempertahankan pendapatan sekunder dari bisnis Pusat Logistik Berikat (PLB), yang berlokasi di  Tanjung Batu, Balikpapan Kalimantan Timur, Marunda Jakarta Utara, dan Petrosea Offshore Supply Base (PSOB) di Sorong, Papua Barat. “Tiga PLB ini kami maksimalkan, jadi tahun ini belum ada PLB baru,” pungkas dia.

Perseroan kini mampu lebih fokus ke bisnis inti di bidang kontraktor setelah tahun lalu melakukan divestasi aset tambang batu bara, PT Santan Batubara. Perseroan melepas aset tersebut kepada PT Harum Energy Tbk (HRUM).

Sementara itu, RUPST Petrosea sepakat membagikan dividen untuk para pemegang sahamnya senilai US$ 8,72 juta. Jumlah tersebut setara 38% dari total laba bersih perusahaan sepanjang tahun lalu. Sesuai rencana, para pemegang saham akan menerima dividen senilai US$ 0,00865/sahamnya. Kurs nyang digunakan untuk pembagian dividen ini adalah kurs pada recording date yang akan jatuh pada 3 Mei 2019.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN