Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perusahaan Gas Negara atau PGN.

Perusahaan Gas Negara atau PGN.

PGN Dorong Saka Energi Lebih Ekspansif

Farid Firdaus, Selasa, 21 Januari 2020 | 20:53 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN (PGAS) akan mendorong anak usahanya, PT Saka Energi Indonesia, untuk lebih ekspansif tahun ini. Salah satunya adalah melanjutkan penyaluran gas pada lapangan Kepodang, Blok Muriah, di lepas pantai Jawa Timur.

Direktur Komersial PGN Dilo Seno Widagdo mengatakan, pada Desember 2019, perusahaan telah melakukan kesepakatan dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk meneruskan penyaluran gas dari lapangan Kepodang.

Seperti diketahui, PGN melalui Saka Energi Muriah Ltd memiliki 20% hak partisipasi pada Blok Muriah, sementara 80% dimiliki oleh Petronas Carigali Muriah Ltd (PCML). Namun, Petronas dikabarkan tidak berniat melanjutkan penyaluran gas.

“Saka masih berharap melanjutkan penyaluran, sementara Petronas tidak. Tapi SKK migas sudah minta untuk melanjutkan. Sejauh ini sudah ada kesepakatan dengan tiga pihak, yakni SKK Migas, Petronas dan Saka Energi,” jelas Dilo, usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PGN di Jakarta, Selasa (21/1).

Dilo optimistis, penyaluran gas dari lapangan Kepodang bisa kembali dilakukan pada bulan depan. Penyaluran gas ini disalurkan dengan jalur Kepodang-Tambak Lorok. Selain ekspansi ini, Saka juga diminta untuk memperbaiki portofolio eksplorasinya di wilayah kerja Muriah.

Ketika lapangan kerja ini ditutup terakhir kali, lanjut dia, produksi gas hanya sekitar 26 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Pihaknya memperkirakan produksi bisa lebih besar dari jumlah tersebut, jika lapangan tersebut dibuka kembali.

Sebagai informasi, pada 23 September 2019, Petronas Carigali menghentikan pasokan gas dari lapangan Kepodang. Alasan penghentian ini diklaim lantaran perjanjian jual beli gas (PJBG) antara PCML dan PLN. Sehingga, perjanjian transportasi gas (gas transportation agreement/GTA) antara PCML, PT Kalimantan Jawa Gas, dan PLN juga berakhir.

PGN menilai, penghentian tersebut berpotensi mengurangi laba bersih perseroan sebesar US$ 17,3 juta. Pasalnya, pasokan gas dari Lapangan Kepodang, Blok Muriah ditujukan untuk memenuhi kebutuhan PLTGU Tambak Lorok milik PT PLN (Persero). Namun, pasokan gas ini dialirkan melalui Pipa Kalimantan-Jawa (Kalija I) oleh PT Kalimantan Jawa Gas.

Sebelumnya, Saka Energi disebutkan mendapatkan alokasi sekitar US$ 280 juta dari total belanja modal (capital expenditure/capex) PGN yang sebesar US$ 700 juta. Sampai saat ini, perseroan masih mengkaji sumber pendanaan yang efisien. Perseroan mempertimbangkan sumber pendanaan dari pinjaman bank maupun obligasi.

Komisaris Baru

Sementara itu, RUPSLB PGN resmi mengangkat Arcandra Tahar sebagai Komisaris Utama. Adapun Arcandra menggantikan posisi IGN Wiratmadja Puja yang menjabat sejak 2018.

Arcandra mengatakan, sebagai komisaris utama yang baru, dirinya berharap mampu menggali potensi-potensi yang bisa ditingkatkan oleh perusahaan baik dari sektor infrastruktur gas maupun beberapa anak usaha hilir dan hulu. “Upaya ini diharapkan tidak hanya memberikan nilai tambah bagi pemerintah, namun juga seluruh pemegang saham PGN,” jelas dia.

Pada kesempatan sama, Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan, pihaknya menyambut baik kehadiran Arcandra sebagai Komisaris Utama PGN.  Arcandra dinilai memiliki latar belakang kuat di sektor migas dan pernah menjadi Wakil Menteri ESDM di pemerintahan Joko Widodo periode sebelumnya.

“Tugas PGN bukan hanya bisnis entity tapi harus mendukung penugasan pemerintah terutama dalam distribusi dan transmisi gas. Tentu kami juga akan dukung program pemerintah yang akan mendukung sektor yang butuh gas. Saya berharap beliau (Arcandra) punya masukan yang positif bagi PGN,” jelas dia.

Sampai akhir 2019, PGN telah menyalurkan gas bumi kurang lebih 3.000 BBTUD untuk melayani lebih dari 359.000 pelanggan di 63 kota/kabupaten, dengan cakupan infrastruktur pipas gas bumi lebih dari 10.500 km. Jaringan ini termasuk jaringas gas untuk melayani sektor rumah tangga yang lebih dari 3.800 km.

Pada 2020, PGN merancang sejumlah proyek strategis untuk meningkatkan gas bumi secara massif. Tahun ini, pembangunan jaringan gas yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) akan dibangun sebanyak 266.070 sambungan rumah tangga (SR). Selain itu, PGN juga mengembangkan jaringan gas Kita Mandiri dengan target 50 ribu SR di 16 kota.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA