Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Phapros, Tbk, Barokah Sri Utami (Emmy) saat peresmian Kantor Pusat baru PT Phapros Tbk, di Menara Rajawali lantai 17, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Direktur Utama PT Phapros, Tbk, Barokah Sri Utami (Emmy) saat peresmian Kantor Pusat baru PT Phapros Tbk, di Menara Rajawali lantai 17, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Phapros Catatkan Pertumbuhan Penjualan 36% di Semester I-2019

Mashud Toarik, Senin, 22 Juli 2019 | 15:58 WIB

Jakarta, Investor.id – PT Phapros, Tbk (PEHA) yang juga anak usaha dari PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) berhasil mencatatkan EBITDA dengan pertumbuhan di atas 27% dari Rp 94,3 miliar pada semester I-2018, menjadi Rp 119,6 miliar per Juni 2019.

Pencapaian tersebut diungkapkan Direktur Utama PT Phapros Tbk Barokah Sri Utami (Emmy) yang ditemui di sela-sela waktu seremonial peresmian Kantor Pusat baru PT Phapros Tbk, di Menara Rajawali lantai 17, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019). 

Disampaikan Emmy, pertumbuhan laba usaha tersebut sejalan dengan peningkatan penjualan. “Selama periode Januari sampai Juni 2019 penjualan kami meningkat sekitar 36%,” ujarnya.

Pertumbuhan penjualan tersebut terjadi di semua portofolio produk obat Phapros, baik obat jual bebas (OTC), obat generik, maupun etikal.

“Pertumbuhan penjualan terbesar ada pada produk obat generik berlogo (OGB) sebesar 45% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Emmy.

Emmy menambahkan bahwa hingga Desember 2019 nanti, Phapros menargetkan pertumbuhan double digit atau dengan pendapatan Rp 1,5 triliun, dibandingkan posisi pendapatan tahun buku 2018 Rp 1,02 triliun.

Adapun aksi korporasi yang akan dilakukan untuk mengejar target tahun ini selain menggenjot penjualan di segmen etikal dan obat jual bebas (OTC) adalah dengan memanfaatkan jalur multi-distribusi dengan PT Rajawali Nusindo dan PT Kimia Farma Trading & Distribution, serta bekerja sama dengan jaringan Kimia Farma Apotek agar product availability tetap terjaga.

Phapros juga kian gencar melakukan ekspansi bisnis, dan salah satu yang sedang dikembangkan adalah produk biologi (stem cell).

Dikatakan Emmy dalam pengembangannya, Phapros menggandeng pusat pengembangan dan penelitian stem cell Universitas Airlangga untuk mengembangkan serum anti penuaan dini (anti-aging) berbahan dasar biologi atau non-kimia. Kerjasama yang dilakukan dengan Universitas Airlangga ini juga merupakan bentuk dukungan Phapros terhadap hilirisasi riset.

Right Issue Rp 1 Triliun

Bagi Phapros, pertumbuhan kinerja di semester I-2019 merupakan faktor penting dalam mensukseskan rencana Perseroan menggelar right issue di semester II-2019.

Rasio laba usaha dan pendapatan penting untuk mengidikasikan perusahaan itu profitabilitasnya baik apa nggak, jadi ukurannya dari dua rasio tadi,” ujarnya.

Emmy mengatakan, rencananya Phapros akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa denngan agenda utama meminta persetujuan pemegang saham atas pelaksanaan right issue.

Adapun jumlah aksi korporasi dengan cara menerbitkan hak memesan efek terlebih dahulu tersebut menurut Emmy diharapkan senilai Rp 1 triliun.

Terkait penggunaan dana hasil right issue menurut Emmy sebagian besar dialokasian untuk investasi pembelian mesin-mesin baru dalam rangka mengganti mesin-mesin lama yang kurang produktif, selain itu akan digunakan untuk refinancing utang.

Sebagaimana diketahui saat mengakuisisi saham Lucas & Marine tahun lalu, Phapros harus merogoh kocek sebesar Rp 350 miliar. Sumber pendanannya dari eksternal dan butuh untuk di refinancing. Selain itu, dana right issue akan dialokasikan untuk modal kerja Perseroan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA