Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indomobil Group. Foto: IST.

Indomobil Group. Foto: IST.

Pieter Tanuri Berpeluang Kuasai 22% Saham Indomobil

Jumat, 3 Juli 2020 | 21:09 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Pengusaha Pieter Tanuri melalui perusahaan yang dikendalikannya, PT Bina Raya Perkasa, berkomitmen menyerap saham baru yang akan diterbitkan oleh PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS). Transaksi ini akan membuat Bina Raya masuk sebagai pemegang saham baru emiten Grup Salim tersebut dengan kepemilikan hingga 22%.

Indomobil menargetkan dana segar senilai dari Rp 675,95 miliar melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Harga pelaksanaan berkisar Rp 500-600 per saham. Sedangkan saham yang diterbitkan maksimal 1,22 miliar saham.

Bina Raya akan ambil bagian menyerap saham baru sebanyak 878,56 juta saham. Apabila mengacu pada kisaran harga pelaksanaan, maka nilai setoran Bina Raya sekitar Rp 439-527 miliar.

Direktur Utama Indomobil Sukses Internasional Jusak Kertowidjojo mengatakan, Gallant Venture Ltd sebagai pemegang saham pengendali perseroan telah menyatakan tidak melaksanakan haknya dalam Penawaran Umum Terbatas (PUT) III dan akan mengalihkan seluruh HMETD yang menjadi haknya kepada Bina Raya Perkasa.

“Pertimbangan Gallant Venture mengalihkan haknya adalah, karena saat ini kinerja perusahaan yang tercatat di bursa efek Singapura tersebut belum baik, sehingga perusahaan tidak ambil bagian dalam PUT III,” jelas Jusak dalam keterangan resmi, Jumat (3/7).

Dalam prospektus sebelumnya disebutkan, setiap pemegang 225 saham lama memiliki 100 HMETD, dimana setiap pemegang 1 HMETD berhak membeli 1 saham baru. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami dilusi kepemilikan hingga 30,77%.

Jika aksi ini berjalan sesuai rencana, maka struktur kepemilikan saham Indomobil antara lain Gallant Venture menjadi 49,49% dari semula 71,49%, PT Tritunggal Intipermata dan masyakarat masing-masing tetap mengusai 18,17% dan 10,34%, sedangkan Bina Raya Perkasa sebanyak 22%.

Jusak menerangkan, hubungan Indomobil dengan Bina Raya adalah kesamaan direksi, yakni dirinya juga sebagai direktur utama pada perusahaan tersebut. Sementara, Pieter Tanuri merupakan pemegang saham utama Bina Raya, yang tercatat sebagai perusahaan di bidang konsultasi manajemen.

Sehubungan dengan pengalihan hak HMETD, kata Jusak, tidak ada rencana perubahan kepengendalian setelah rights issue dilaksanakan. Perseroan akan menggunakan dana hasil rights issue untuk penambahan modal di anak usaha.

Perseroan telah meraih persetujuan pemegang saham atas rencana aksi korporasi ini pada 8 Juni, dan menargetkan pernyataan efektif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 17 Juli. Tanggal distribusi dan pencatatan saham baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan masing masing pada 30 Juli dan 3 Agustus.

Sementara itu, Jusak menjelaskan, pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap penjualan kendaraan perseroan di kuartal I-2020, yang mencapai 22,2%, sementara estiemasi perseroan pada kuartal II-2020 akan terjadi penurunan sekitar 70% secara tahunan.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 belum memberikan dampak kolektibilitas pembiayaan. Hal ini terlihat dari pendapatan dari jasa pembiayaan yang masih mengalami peningkatan sebesar 22,48% pada kuartal I-2020, dibanding periode sama tahun lalu.

Tahun ini, Indomobil menjalankan sejumlah strategi untuk melakukan efisiensi sehingga menghasilkan net margin yang lebih tinggi. Salah satunya adalah menitikberatkan pengembangan usaha di bidang logistik dan distribusi bahan bakar yang memberikan marjin lebih baik.

Indomobil Multi Jasa

Anak usaha perseroan, PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS), juga merancang rights issue dengan menerbitkan hingga 2,88 miliar saham baru. Hara pelaksanaan sekitar Rp 200-250 per saham. Alhasil, perkiraan dana yang akan dikantongi perseroan sekitar Rp 576-721 miliar.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Indomobil Multi Jasa Maureen Oktarita mengatakan, dana hasil PUT III akan digunakan untuk penyertaan modal di anak usaha. Sepanjang 2020, perseroan menargetkan modal kerja dengan sebesar Rp 10,4 triliun. Nilai tersebut turut mempertimbangkan kondisi bisnis pembiayaan pada masa pandemi.

Lebih lanjut, penggalangan dana juga dilakukan oleh PT Indomobil Finance Indonesia. Selama 18 Juni-7 Juli, perusahaan menggelar masa bookbuilding atas Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV tahap I senilai Rp 1,5 triliun. Hasil emisi obligasi ini akan diserap untuk keperluan modal kerja pembiayaan kendaraan bermotor dan alat berat.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN