Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bali United. Foto: PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA)

Bali United. Foto: PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA)

Pieter Tanuri Jajaki Tambah Saham Bali United

Farid Firdaus, Kamis, 10 Oktober 2019 | 21:14 WIB

JAKARTA, investor.id – Pengusaha Pieter Tanuri menjajaki peningkatan kepemilikan saham pada PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) yang saat ini sebanyak 23,52%. Rencana itu seiring dengan kinerja pengelola klub sepak bola Bali United tersebut yang berpotensi mengalami peningkatan tahun depan.

Dalam laporan terbaru PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terkait kepemilikan efek di atas 5%, kepemilikan Pieter Tanuri tercatat berkurang drastis menjadi 11,59% per 8 Oktober dibandingkan sehari sebelumnya yang sebanyak 22,12%.

Menurut Pieter, pengurangan kepemilikan saham miliknya tersebut hanya bersifat sementara. Ini karena adanya deposit sejumlah efek yang berfungsi untuk menaikkan trading limit dari kegiatan transaksi di bursa.

“Jadi istilahnya dipinjam dulu sebentar di KSEI, lalu nanti kembali lagi seperti semula. Jadi saya tidak melepas saham secara tiba-tiba dalam waktu sehari,” kata Pieter kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (10/10).

Pieter menegaskan, dirinya tidak menutup kemungkinan untuk menaikkan jumlah sahamnya di Bali United, apabila ada pihak yang menawarkan saham dengan harga menarik di pasar. Selama ini, dirinya mengaku menambah kepemilikan secara bertahap setelah Bali United mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Juni 2019.

“Alasan saya adalah investasi. Saya percaya kinerja para pemain ataupun secara perusahaan, melanjutkan trend positif,” pungkas dia.

Pieter tidak menyebut detail berapa besaran dana yang disiapkan apabila dirinya berniat memborong lagi saham dengan kode BOLA tersebut di pasar. Di sisi lain, dirinya mengaku banyak pula investor yang menawar untuk membeli sebagian saham Bali United, baik secara individu maupun kelompok.

Sebagai informasi, selain Pieter, terdapat enam pihak lain yang memililki saham Bali United di atas 5%. Miranda dan Ayu Patricia Rachmat masing-masing menguasai 5,25% saham. Lalu, tiga perusahaan di bawah kendali Grup Salim yakni PT Indolife Pensiontama, PT Asuransi Central Asia (ACA), dan PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya yang masing-masing mendekap 5,39%, 8,8% dan 5,61% saham.

Kepemilikan saham Pieter sempat naik drastis dari 13,57% menjadi 23,52% pada 9 September 2019. Ketika itu, Pieter membeli 591,4 juta saham di harga Rp 200 per saham. Dengan demikian nilai transaksi ini mencapai Rp 118,28 miliar.

Sebelum terjadi kenaikan ini, Pieter tercatat rajin melakukan transaksi pembelian saham Bali United selama Juli-Agustus. Pieter memborong 5,7 juta saham pada 8 Agustus, dan sebelumnya 5 juta saham pada 24 Juli. Kedua transaksi ini sama-sama dilakukan pada harga Rp 370 per saham.

Sesuai Target

Menurut dia, sejauh ini target manajemen masih sesuai dengan yang telah dicanangkan. Target ini termasuk ekspansi seperti penambahan kapasitas kursi pada Stadion Kapten I Wayan Dipta, di Gianyar.

Seperti diketahui, manajemen Bali United berniat membuat Stadion tersebut menampung lebih banyak penonton pada kompetisi musim depan, dari 22 ribu penonton menjadi 27 ribu penonton.

Selain itu, keseriusan manajemen dalam melatih pemain juga ditujukkan dengan membangun tempat latihan pribadi dan akademi di Gianyar. Sesuai rencana, perseroan mengajukan izin untuk membangun beton pemecah ombak di area tempat latihan.

Dari sisi kinerja pemain, Bali United berusaha menjaga momentum dan mendekatkan diri pada gelar juara saat menyambangi Borneo FC laga pekan ke-23 Liga 1. Saat ini, Bali United masih menempati posisi teratas klasemen dengan 48 poin atau unggul 10 poin dari Madura United.

Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan sekitar Rp 159 miliar, naik 38% dibanding realisasi tahun lalu Rp 115 miliar. Kontribusi pendapatan dari sponsorship juga diharapkan naik 37% dibanding tahun 2018 yang senilai Rp 70 miliar. Sejalan dengan itu, perseroan membidik laba operasi mencapai Rp 10 miliar tahun ini, dari tahun lalu Rp 9,24 miliar.

Setengah dari target tersebut telah tercapai di semester I-2019. Bali United telah mengantongi pendapatan sebesar Rp 72,64 miliar, melonjak 40,53% dibanding semester I-2018 yang sebesar Rp 51,69 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA