Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bali United. Foto: baliutd.com

Bali United. Foto: baliutd.com

Pieter Tanuri Rajin Borong Saham Bali United

Farid Firdaus, Minggu, 15 September 2019 | 18:40 WIB

JAKARTA, investor.id – Pengusaha Pieter Tanuri menambah kepemilikan sahamnya pada PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) menjadi 23,52% dari 13,67%. Hal ini semakin menegaskan bahwa Pieter menjadi pemegang saham terbesar pengelola klub sepak bola Bali United tersebut.

Hal itu terungkap dalam data terbaru PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terkait kepemilikan saham emiten di atas 5%. Per 10 September, Pieter masih memiliki 13,57% saham, sementara pemilik lain Miranda dan Ayu Patricia Rachmat masing-masing menguasai 5,25% saham dan PT Asuransi Jiwa Kresna sebanyak 5,02% saham.

Lalu, tiga perusahaan di bawah kendali Grup Salim, yakni PT Indolife Pensiontama, PT Asuransi Central Asia (ACA), dan PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya masing-masing menguasai 5,39%, 8,8% dan 5,61% saham.

Namun, per 11 September 2019, hanya kepemilikan Pieter yang naik drastis menjadi 23,52%, sementara enam pihak lain tidak berubah. Hingga saat ini, Pieter belum memberikan informasi kepada Investor Daily mengenai harga beli saham Bali United tersebut.

Sebelum terjadi kenaikan ini, Pieter tercatat rajin melakukan transaksi pembelian saham Bali United pada Juli-Agustus. Pieter memborong 5,7 juta saham pada 8 Agustus, sebelumnya 5 juta saham pada 24 Juli. Kedua transaksi ini sama-sama dilakukan pada harga Rp 370 per saham.

Secara terpisah, CEO Bali Bintang Sejahtera Yabes Tanuri mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara spesifik transaksi yang dilakukan kakak kandungnya tersebut. Transaksi ini pun dinilai wajar, jika memang untuk kebutuhan investasi. “Sekarang kan bisa dilihat di pasar, mungkin dia (Pieter) beli langsung dari pasar atau mengambil dari pemegang saham yang lain,” jelas dia kepada Investor Daily di Jakarta, Minggu (15/9).

Sementara itu, berdasarkan catatan Investor Daily, setelah Bali United resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Juni 2019, secara berangsur-angsur PT Bali Peraga Bola melepas kepemilikan sahamnya. Bali Peraga yang sebelum Bali United melangsungkan IPO merupakan pemegang saham terbesar yakni 25%, kemudian data terakhir menunjukkan hanya tersisa 2,73%.

Selain efek dilusi dari IPO Bali United, Bali Peraga tercatat menjual 13,9% sahamnya kepada ACA dan Asuransi Jiwa Central Asia Raya. Adapun tak banyak informasi terkait identitas dari Bali Peraga. “Seperti yang ada di prospektus IPO, Bali Peraga bukan milik Pieter Tanuri,” ungkap Yabes.

Pemilik perusahaan tersebut adalah Denny Susanto dan Jusup Handoko yang masing-masing menguasai 50% saham Bali Peraga. Perusahaan ini berlokasi di Rukan Pondok Indah Plaza, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kegiatan utama perseroan adalah menjalankan usaha-usaha dalam bidang jasa yakni pendidikan non-formal sepak bola dan futsal, serta agen peralatan olahraga sepak bola.

Di luar kinerja sahamnya, Yabes optimistis kinerja keuangan perseroan masih sesuai target. Kondisi ini diharapkan sejalan dengan prestasi yang ditorehkan Bali United di lapangan hijau. "Saya percaya para pelatih dan pemain Bali United mampu mempertahankan tren positifnya," jelas dia.

Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan sekitar Rp 159 miliar, naik 38% dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 115 miliar. Kontribusi pendapatan dari sponsorship juga diharapkan naik 37% dibanding 2018 yang senilai Rp 70 miliar. Sejalan dengan itu, perseroan membidik laba operasi mencapai Rp 10 miliar tahun ini dari tahun lalu Rp 9,24 miliar.

Setengah dari target tersebut telah tercatat pada semester I-2019. Bali United telah mengantongi pendapatan sebesar Rp 72,64 miliar, melonjak 40,53% dibandingkan semester I-2018 yang sebesar Rp 51,69 miliar.

Sementara itu, pada pekan ke-18 Liga I, Bali United berhasil menahan imbang Bhayangkara FC di Stadion Patriot, Jawa Barat. Alhasil, Bali United mampu memperpanjang rekor tidak terkalahkan dalam sembilan pertandingan terakhir, termasuk melawan Bhayangkara FC.

Dengan tambahan satu poin, Bali United mengantongi 41 poin dan tetap menduduki puncak klasemen sementara Liga I 2019. Sebagai pembanding, pada penutupan musim tanding 2018, Bali United jauh berada di posisi 11.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA